Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Kasus Apartemen
Lagi - lagi Polri Bersiaga di Graha Cempaka Mas
Tuesday 28 Jan 2014 22:31:01

Suasana lingkungan di apartment Graha Cempaka Mas.(Foto: BH/dar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Untuk kesekian kalinya pengelola Graha Apartemen Cempaka Mas PT Duta Pertiwi, Tbk dan Pengelolaan (PPRS) baru bentukan Agustus 2013 kembali bersitegang. Sejumlah pria berbadan tegap pada sore hari tadi sempat berkumpul disekitar lokasi Apartemen, yang banyak dihuni warga asing tersebut.

Namun kembali, Polri menghadang aksi kali ini dapat segera di antisipasi oleh aparat Kepolisian yang sejak bulan lalu terus berjaga-jaga disekitar lokasi.

Sementara sore hari tadi sekitar seratusan aparat dari Polres Metro Jakarta Pusat dan dibantu Polsek Kemayoran hingga malam masih terus bersiaga baik di tower C1 dan E.

"Sudah disiagakan 1 kompi atau 75 personil. Anggota sudah siaga di sana, sudah 1 minggu," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, sebagaimana dikutip dari detikcom, Selasa (28/1).

Seperti yang telah diberitakan, kekisruhan ini terjadi karena ada dualisme kepengurusan yang bernaung dalam Perhimpunan Pemilik Rumah Susun (PPRS) PT Duta Pertiwi, yang sudah belasan tahun mengelola. Namun ada segelintir orang yang hendak mengambil alih (PPRS) dari kepengurusan yang sah.

"Ada bentukan PPRS baru yang dibentuk oleh Palmer Situmorang, sedangkan PPRS yang sah itu yang lama," ujar Rikwanto, tanpa menyebutkan alasan perpecahan tersebut.

Akibat dari dualisme pengurusan ini, terjadi gugatan Perdata di PN Jakarta Pusat, dimana PT Duta Pertiwi menggugat kepengurusan (PPRS) yang baru terbentuk Agustus 2013 lalu. Namun PN Jakarta Pusat belum memutus perkara ini dan masih dalam proses persidangan.

"Polisi posisinya menengahi, jangan sampai terjadi bentrokan fisik," pungkas Rikwanto.

Sedangkan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol A.R. Yoyol mengingatkan agar kedua pihak bisa menahan diri. Masing-masing kepengurusan diimbau tidak melakukan cara-cara dengan melawan hukum.

Yoyol mengatakan, "masalah kepengurusan GCM ini masih dalam proses di Pengadilan Perdata," ujar Yoyol.

Lebih lanjut, dikatakan Yoyol, kisruh di Apartemen Cempaka Mas ini disebabkan oleh salah satu kubu yang membuat onar. Namun, pihaknya belum bisa memastikan pihak mana yang berbuat onar itu.

Kabar yang beredar, salah satu kubu mengerahkan ormas untuk mempertahankan kepengurusan itu. Namun, Yoyol menyatakan, pihaknya tidak mengetahui pihak mana yang mengerahkan ormas itu.

Kombes Pol A.R Yoyol kembali turun di Komplek Graha Cempaka Mas Jl. Letjend. Suprapto Jakarta Pusat, bersama Kapolsek Kemayoran Kompol Sagala.(dtk/bhc/dar)


 
Berita Terkait Kasus Apartemen
 
• Terbentuknya P3SRS Apartemen Cervino Village Semoga Dapat Menjadi Contoh yang Lain
 
• Apartemen Mediterania Palace Residences Kemayoran, Dikhawatir Jadi Cluster Baru Pandemi Covid-19
 
• Nasir Djamil Minta Manajemen Apartemen Sudirman Mansion Jangan Sewenang-Wenang kepada 6 Pekerjanya
 
• Mengukur Integritas dan Ketegasan Anies
 
• Prahara Kepengurusan PPPSRS di Kemayoran
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]