Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Rupiah
Kurs Rupiah Tembus Rp 10.115/US$
Tuesday 11 Jun 2013 21:43:21

Ilustrasi.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Rupiah sore kemarin, Senin (10/6), masih terpuruk dan berada di level Rp 10.115 per US$, ketika pasar Valas Asia tutup pada hari kemarin, sementara di hari Selasa ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menguat hingga siang inii, Selasa (11/6) dan berada di bawah Rp10.000.

Berdasarkan data perdagangan Bloomberg pada pukul 11.01 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 1,26% ke level Rp9.960 hari Selasa ini.

Penguatan kemarin berdasarkan indeks valas Bloomberg pukul 14:53:49 WIB. Pada saat yang bersamaan, dolar AS menguat terhadap semua mata uang Asia keculai terhadap dolar Hong Kong.

Kendati di pasar valas tembu Rp 10.115, Bank Indonesia telah mematok kurs tengah Rp 9.806 per US$1.

Sementara itu, seperti dikutip okezone.com, tekanan yang datang ke rupiah tampaknya mulai mereda. Nilai tukar rupiah pun sudah kembali ke posisi awalnya, yakni di kisaran Rp 9.800-an per USD.

Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti, mengatakan dolar AS bergerak memang dengan kecenderungan konsolidasi menguat. Menurutnya, para belum jelasnya kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) telah membuat pasar melakukan spekulasi.

"Tekanan terhadap rupiah meningkat hari ini didorong belum pastinya kenaikan BBM dan spekulasi investor yang tercermin di pasar lindung nilai offshore (NDF) yang secara perlahan-lahan naik," kata dia di Jakarta, Selasa (11/6).

Di sisi lain, dia mengatakan langkah pemerintah untuk menyerap rupiah dengan lelang Sukuk bertarget Rp 1,5 triliun, diharapkan akan berdampak positif bagi nilai tukar rupiah hari ini. "Namun, Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih akan terus menjaga pergerakan nilai tukar rupiah hari ini," tukas dia.

Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI mencatat rupiah melemah ke Rp 9.821 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran Rp 9.772-Rp 9.870 per USD. Sementara Bloomberg mencatat kurs tengah rupiah ada di Rp 9.828 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran Rp 9.827-Rp 10.115 per USD.(dbs/bhc/opn)


 
Berita Terkait Rupiah
 
Efektivitas Peluncuran Uang Kertas Pecahan Rp 75 Ribu Edisi Khusus Dipertanyakan
 
Rupiah Terus Anjlok, Defisit Anggaran Melebar dan Kasus Corona Bertambah
 
Tekapar 127 Poin, Rupiah Menjadi Mata Uang Paling Lemah di Asia
 
Kritik dan Tertawai Cetak Uang Braille, TKN Jokowi - Ma'ruf Sangat Below Standar Pengetahuan
 
IPI: Ada 2 Faktor Penyebab Melemahnya Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]