Demikian" /> BeritaHUKUM.com - Kucuran Kredit BNI 117 Miliar ke Boy Disetujui Hingga BNI Pusat

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Kasus BNI 46
Kucuran Kredit BNI 117 Miliar ke Boy Disetujui Hingga BNI Pusat
Wednesday 20 Feb 2013 09:26:49

Pengadilan Negeri (PN) Medan.(Foto: Ist)
MEDAN, Berita HUKUM - "Kredit BNI tidak bermasalah, pengajuan kredit Rp. 129 miliar PT BDL didisposisi sesuai dengan prosedur. Kredit dari BNI pada Boy Hermansyah layak untuk diberikan sebesar Rp. 129 miliar dan disetujui Rp. 117 miliar untuk pembelian lahan, take over dari PT Atakana Company".

Demikian pernyataan ini diucapkan oleh Direktur Bisnis Banking PT BNI Tbk, Crisna Sutanto saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara BNI Sentra Kredit Menengah (SKM) Medan pada Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (19/2).

Selaku Direktur di bagian bisnis, Crisna dijadikan sebagai saksi karena take over SHGU 102 dari PT Atakana Company ke PT BDKL milik Boy Hermanyah masuk dalam kewenangannya serta membuat analisa layak untuk diberikan.

"Kredit BNI pada Boy layak untuk diberikan yakni untuk pembelian lahan, take over atas SHGU 102 dari PT Atakana Company kepada PT BDKL," katanya.

Dimana dalam proses analisa kredit, untuk kelayakannya dijelaskan Crisna memiliki beberapa tahap hasil rangkuman dari devisi UMN, dan CPRO dan devisi resiko kredit. Dari hasil ketiga dokumen tersebut, BNI pusat telah memberi keputusan kalau ditingkat devisi menengah terkait pencairan kredit take over SHGU 102 tersebut intinya telah memberikan persetujuan.

"Take over kebun dengan HGU 102 di Desa Berandang Kecamatan Rantau Peurelak Kabupaten Aceh Timur milik PT Atakana ke PT BDKL telah diproses ditingkat pusat dan disetujui lalu ditingkat direksi bisnis banking juga telah disetujui," katanya.

Crisna mengaku bahwa, mendapat dua dokumen hasil rangkuman dari devisi UMN, dan CPRO devisi resiko kredit, yakni jamin PT BDKL yang tertuang dalam dokumen tersebut surat HGB, Pabrik, kebun kelapa sawit hasil perjanjian jual Beli HGU atas nama PT Atakana dan dari hasil jaminan tersebut telah didisposisi olehnya.

"Di dalam memo UMN telah disposisi, Devisi resiko kredit, menyampaikan satu rekomendasi dari resiko, CPRO dan UMN menyetujui. Disposisi tersebut disetujui karena secara strategis agar dipedomani, untuk dilakasanakan dengan catatan untuk memastikan resiko," katanya.

Crisna juga mengakui bahwa resiko kredit PT BDKL kecil dan layak untuk disposisi dan Boy Hermansyah selaku calon debitur mempunyai track record yang baik, karena sebelum kredit take over dengan PT Atakana, PT BDKL tidak pernah bermasalah dengan BNI.

"Boy Hermasyah mempunyai track record yang baik dengan BNI, sebelum kredit take over PT Atakana bergulir, PT BDKL tidak pernah bermasalah dengan BNI, dan ketiga terdakwa tidak menyalahi prinsip dan proses perkeriditan," katanya.

Sementara itu, saksi kedua Meilina Pangaribuan selaku accounting public hanya dapat terisak dan menagis di depan Majelis Hakim. Meilina menangis setelah tersudut saat ditanyakan persoalan data harta kekayaan Boy Hermansyah yang ternyata berbeda padahal setelah dikonfirmasi dihadapan hakim ternyata data miliknya untuk Bank Mandiri bukannya untuk BNI. Karena terisak-isak akhirnya hakim menyudahi persidangan dan menunda persidangan pada pekan depan dengan agenda saksi ahli yang dihadirkan JPU.(bhc/and)


 
Berita Terkait Kasus BNI 46
 
Cerita Menarik di Seputar Pembacaan Pledoi BNI 46
 
Pledoi BNI 46: 'Jaksa Penggal Fakta Persidangan'
 
Sidang BNI 46: 'Kami Dizalimi, Mamaku Bukan Penjahat'
 
Sidang BNI 46: Tuntutan 8 Tahun, Jaksa Dinilai Dibutakan Logika Hukum dan Nurani
 
Kredit Bermasalah BNI 46 Absolut Perdata Bukannya Tipikor
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]