Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Zimbabwe
Kuasai TV Nasional, Militer Zimbabwe Bantah 'Lengserkan Pemerintah'
2017-11-16 12:41:40

Panglima bersenjata Zimbabwe, Jenderal Constantino Chiwenga, memperingatkan intervensi militer dimungkinkan.(Foto: Istimewa)
ZIMBABWE, Berita HUKUM - Sesaat setelah menduduki kantor pusat stasiun televisi nasional ZBC, militer Zimbabwe membacakan pernyataan bahwa mereka telah menempuh aksi untuk "menargetkan pelaku kriminal yang menyebabkan penderitaan sosial dan ekonomi di negara".

Militer berkeras bahwa aksi mereka bukanlah "pengambilalihan pemerintah oleh militer" dan Presiden Robert Mugabe dalam keadaan aman. Namun, pihak militer tidak menyebut nama pemberi komando.

"Begitu kami telah mencapai misi kami, kami mengharapkan situasinya akan kembali normal," sebut pernyataan itu.

Beberapa jam lalu, sejumlah staf ZBC dibekuk ketika para tentara mengambil alih kantor mereka di Ibu Kota Harare, sebagaimana dilaporkan beberapa sumber kepada kantor berita Reuters.

Para serdadu mengatakan semua karyawan "tidak perlu khawatir" karena tentara ada di situ untuk melindungi.

Beberapa saat kemudian, berbagai saksi melaporkan tiga ledakan di pusat kota, namun penyebabnya belum dapat dipastikan.

Hingga kini belum ada pernyataan langsung dari Presiden Zimbabwe yang berusia 93 tahun, Robert Mugabe.

Peristiwa ini terjadi tatkala partai berkuasa Zimbabwe, Zanu-PF, menuding panglima bersenjata Jenderal Constantino Chiwenga telah "melakukan makar" lantaran memperingatkan bahwa intervensi militer dimungkinkan. Chiwenga mengatakan militer siap beraksi untuk mengakhiri konflik di Partai Zanu-PF.

"Kami harus mengingatkan mereka yang berada di balik kekonyolan berbahaya ini bahwa apabila masalahnya sudah masuk dalam melindungi revolusi kita, militer tidak akan ragu-ragu bertindak," kata Chiwenga.

mugabe, zimbabweHak atas fotoAFP
Image captionPresiden Zimbabwe, Robert Mugabe, menyampaikan pidato pada 8 November 2017.

Chiwenga menentang Presiden Robert Mugabe yang memecat Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa, pekan lalu. Sebelumnya, Mnangagwa digadang-gadang bakal meneruskan kepemimpinan Mugabe, namun asumsi itu memudar seiring dengan munculnya rumor bahwa Ibu Negara Grace Mugabe akan menjadi presiden.

Ketegangan politik kemudian meningkat drastis. Pada Selasa (14/11), sejumlah kendaraan lapis baja terlihat berada di berbagai titik di pinggir Kota Harare. Pihak militer tidak mengungkap apa tujuan mengerahkan kendaraan-kendaraan tersebut.

Duta Besar Zimbabwe untuk Afrika Selatan, Isaac Moyo, membantah telah terjadi kudeta. Dia berkeras pemerintah Zimbabwe dalam keadaan "utuh" dan narasi kudeta "hanya merupakan klaim di media sosial".

Di pihak lain, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan "memantau dari dekat" situasi di Zimbabwe dan mendesak semua pihak menyelesaikan perseteruan dengan "damai dan tenang".

Kedutaan Besar AS d Harare merilis cuitan bahwa gedung kedutaan ditutup pada Rabu (15/11) menyusul "ketidakpastian yang sedang berlangsung".

Sementara, Militer Zimbabwe yang kini mengendalikan Zimbabwe sudah menegaskan bahwa aksi mereka bukanlah kudeta atas kepemimpinan Presiden Robert Mugabe, yang menurut mereka berada dalam keadaan aman.

Setelah menguasai stasiun TV negara, juru bicara militer mengumumkan sasaran mereka adalah orang-orang di sekitar Mugabe yang menyebabkan 'penderitaan sosial dan ekonomi'.

Bagaimanapun campur tangan langsung militer dalam politik negara itu jelas bisa mengancam posisi Mugabe, yang sudah berkuasa sejak tahun 1980 lalu, lebih lama dari kekuasaan mendiang mantan Presiden Soeharto, yang berkuasa selama 31 tahun.

Pada usianya yang memasuki 93 tahun, salah satu masalah di Zimbabwe adalah suksesi kepemimpinan.

Berbagai upaya oposisi untuk menurunkannya melalui jalan demokratis selalu gagal -Pemilu Zimbabwe diduga selalu penuh kecurangan.

Isteri terakhir Mugabe, Grace, pernah mengatakan bahwa Mugabe akan terus memerintah hingga umur 100 tahun -mungkin memerintah dari kursi roda yang akan dirancang khusus, kata Grace Mugabe dalam sebuah pidato, November 2015.

Dan kini, dua tahun kemudian, ambisi berkuasa hinga usia seabad itu tampaknya diganjal militer, sesudah kaum oposisi gagal melakukannya selama ini.

Inilah sejumlah hal yang prlu Anda ketahui seputar kemelut politik -juga sosial dan ekonomi Zimbabwe.

Apa akar masalahnya?

Pekan lalu, Persiden Robert Mugabe memecat wakil presiden Emmerson Mnangagwa, yang sebelumnya santer disebut-sebut sebagai penerus Mugabe, yang merupakan penguasa dunia terlama sejak memerintah tahun 1980.

Pemimpin yang pernah menjabat perdana menteri tersebut menuduh mantan wakilnya itu berkomplot untuk merebut kekuasaan darinya.

Zimbabwe, Emmerson MnangagwaHak atas fotoEPA
Image captionEmmerson Mnangagwa sempat disebut-sebut sebagai penerus Robert Mugabe.

"Dia pergi ke gereja apostolik untuk mencari tahu kapan Mugabe akan mati, namun dia diberitahu bahwa dia akan mati lebih dulu," kata Mugabe di hadapan para pendukungnya, Rabu (08/11) lalu.

Pemecatan itu memicu spekulasi ibu negara Grace Mugabe akan ditunjuk menjadi wakil presiden dalam kongres partai berkuasa Zanu-PF bulan depan.

Sebelumnya Grace dilaporkan yang mendesak pemecatan Mnangagwa dengam merujuknya sebagai seeokor ular 'yang harus dipukul di bagian kepala'.

Para pengamat meyakini terbukanya kemungkinan bahwa Grace Mugabe akan meneruskan kekuasaan suaminya, adalah hal yang mendorong militer mengambil tindakan.

Seorang perwira tinggi militer, Mayor Jenderal Major General Sibusiso Moyo, menegaskan bahwa aksi militer itu bukan merupakan kudeta dan sekaligus menjamin bahwa situasi akan menjadi normal.

"Begitu kami menuntaskan misi kami, kami mengharapkan situasi akan kembali ke normal."

'Faktor' Grace Mugabe?

Sempat tidak terjun langsung ke politik, perempuan berusia 52 tahun ini -atau 41 tahun lebih muda dari suaminya- awalnya dikenal dengan kegemarannya berbelanja dan kerja-kerja amalnya.

Namun Grace kini menjadi salah satu tokoh penting di partai berkuasa Zanu-PF dengan menjaba Ketua Liga Perempuan dan dilaporkan berperan penting dalam menyingkirkan politisi-politisi yang berpotensi menjadi penerus suaminya.

Zimbabwe, Joice MujuruHak atas fotoAFP
Image captionWakil presiden Joice Mujuru merupakan pendukung Robert Mugabe sebelum dipecat dari partai.

Dia sendiri tidak membantah jika disebut ingin memimpin Zimbabwe. "Mereka mengatakan saya ingin menjadi presiden. Kenapa tidak? Apakah saya bukan orang Zimbabwe?" katanya dalam sebuah acara pawai partai.

Menikah dengan Mugabe pada tahun 1996 dalam sebuah acara yang mewah, saat itu Mugabe masih menikah dengan istri pertamanya, Sally, yang sedang menderita sakit keras.

Pengritiknya menjulukinya sebagai 'Gucci Grace' karena kegemarannya belanja barang-barang mewah.

Pertengahan Oktober, dia menggugat seorang pengusaha Lebanon senilai US$1 juta lebih atau sekitar Rp14 miliar karena tidak memberikan cincin berlian yang dipesannya. yang harganya mencapai US$1,5 juta.

Ibu negara juga dilaporkan berada di belakang pemecatan wakil presiden Joice Mujuru, tahun 2014 lalu, setelah menyebutnya 'korup, pemeras, tidak kompeten, tukang gosip, pembohong, dan tidak pernah bersyukur' serta berkolaborasi dengan kelompok oposisi.

Beberapa bulan setelah komentar itu, Mujuru kemudian dikeluarkan dari partai Zanu-PF.

Bagaimana situasi Mugabe?

Tembakan terdengar Rabu (15//11) subuh di kawasan pinggiran utara Harare, tempat Mugabe dan sejumlah pejabat pemerintah tinggal, seperti dilaporkan wartawan BBC di ibu kota itu, Shingai Nyoka.

Militer mengatakan bahwa Mugabe dalam keadan aman.

Namun kantor Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, mengatakan bahwa pemimpin berusia 93 tahun itu menjadi tahanan rumah.

"Presiden Zuma berbicara dengan Presiden Robert Mugabe tadi, yang mengindikasikan bahwa dia dikurung di dalam rumahhnya namun mengatakan dia baik-baik saja," seperti tertulis dalam pernyataan kantor kepresidenan Afrika Selatan.

Ditambahkan bahwa utusan khusus dari Komunitas Pembangunan Afrika bagian Selatan akan dikirim ke Zimbabwe.

Mayjen Sibusiso Moyo dalam pernyataan di TV menegaskan Mugabe dan keluarganya 'aman dan sehat dan keamanan mereka terjamin.'

Harare, ZimbabweHak atas fotoAFP
Image captionMiliter menegaskan aksinya bukan kudeta.

Apa reaksi internasional?

Kementerian Luar Negeri Inggris menyarankan warga Inggris 'yang saat ini berada di Harare untuk tetap mengamankan diri di dalam rumah atau di akomodasi mereka hingga situasinya menjadi lebih jelas'.

Sementara Kedutaan Besar Amerika Serikat menyarakan warganya di Zimbabwe untuk 'berlindung di tempat' hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Cina -yang merupakan mitra dagang terbesar Zimbabwe- mengatakan mengamati situasinya dari dekat dan berharap pihak-pihak yang releban bisa menangani dengan tepat masalah internal mereka.

Sementara di Harare, beberapa warga yang ditemui BBC mengungkapkan kegembiraannya. "Kami akan memiliki hidup yang baik, kami siap menyambut Natal karena yang sudah terjadi," kata seorang perempuan.

"Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada jenderal yang menyingkirkan tiran ini," kata seorang pria. "Dia memerihtan negara ini seperti negara ini milik keluarganya."(BBC/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Zimbabwe
Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur
Kuasai TV Nasional, Militer Zimbabwe Bantah 'Lengserkan Pemerintah'
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
#KamiIndonesia, Ketua MPR: Jangan Ada Lagi Yang Merasa Paling Pancasila!
DPR Yakin Aksi Bela Palestina Berlangsung Damai
Haedar: Muhammadiyah Organisasi Tengahan yang Kokoh pada Prinsip
Puluhan Ribu Anak Dirundung-Seksual di Gereja, Sekolah dan Klub Olahraga Australia
Operasi Premanisme, Jatanras Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Jambret Tas ATM
MK Tolak Uji Aturan Iklan Rokok
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Operasi Premanisme, Jatanras Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Jambret Tas ATM
4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi
Polda Metro Jaya dan Perum Bulog Melakukan Operasi Pasar di Jabodetabek
Majelis Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pungli Abun dan Elly
Mengenal Kang Ajat Cagub Jabar yang Resmi Diusung Gerindra
Uni Eropa dan Rusia Tolak Dukung Trump Mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]