Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Gorontalo
Krisis Darah, Gorontalo Butuh 800 Kantong Setiap Bulan
Wednesday 04 Sep 2013 22:58:21

Ilustrasi, Logo Darah.(Foto: Ist)
GORONTALO, Berita HUKUM - Menurut Wakil Gubernur Gorontalo, Dr. Drs, Idris Rahim, MM, krisis darah Gorontalo bisa teratasi jika semua pihak turut menggalakkan aksi donor darah secara rutin. Menurutnya, aksi donor darah tidak bisa dilakukan secara parsial, tapi butuh perhatian dan dukungan semua pihak.

“Gorontalo butuh 800 kantong darah setiap bulannya. Di sisi lain, pendonor aktif kita hanya 150-200 orang, itu pun jika kondisi mereka benar benar fit dan memungkinkan mendonor setiap bulan,” tutur Idris pada acara aksi donor darah yang digelar RRI Gorontalo Radio, Rabu (4/9).

Idris yang juga Ketua Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) Gorontalo ini sangat mengapresiasi langkah dari RRI yang telah menginisiasi aksi menyumbang darah. Diakuinya, selama ini aksi donor darah lebih banyak diinisasi oleh pemerintah bekerjasama dengan PDDI dan PMI.

Dikatakannya, kebutuhan darah di Gorontalo didominasi oleh korban kecelakaan kendaraan bermotor, pasien cuci darah dan ibu melahirkan. Kebutuhan tersebut sulit tertangani secara cepat disebabkan kosongnya stok darah di UTD dan PMI Gorontalo.

“Donor darah ini sangat penting untuk kemanusiaan. Setetes darah kita sangat membantu bahkan bisa menyelamatkan kehidupan orang lain. Kami berharap aksi donor makin marak di masyarakat dengan partisipasi aktif pihak swasta,” imbuhnya.(bhc/shs)


 
Berita Terkait Gorontalo
 
Dedy Hamzah Minta Pemprov Gorontalo Transparan dalam Pemangkasan Tenaga Honorer
 
Inspektorat Kabgor Lakukan Kunjungan Awal Tahun Ke Kantor BPKP Provinsi Gorontalo
 
Gelar Lomba Tari Dana Dana, Rahmijati Jahja Selamatkan Budaya akan Punah di Kabupaten Gorontalo
 
Remaja Belia di Limboto Barat Kedapatan Bawa Panah Wayer
 
Tumbuhkan Etos Kerja Bagi Masyarakat Gorontalo, Arifin Jakani: Hilangkan Budaya 'Tutuhiya'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]