Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 

Korsel Kembangkan Robot Pengawas Penjara
Saturday 26 Nov 2011 23:38:30

Robot Pengawas akan diujicoba selama satu bulan di sebuah penjara di Pohang, Korsel (Foto: Yonhap Photo)
SEOUL (BeritaHUKUM.com) – Penjara Korea Selatan nantinya akan dilengkapi robot pengawas. Rencana ini akan dilakukan terhadap sebuah penjara di bagian timur Pohang. Rangkaian uji coba telah dilakukan selama satu bulan terhadap robot pengawas itu.

Robot yang memiliki tinggi 1,5 meter itu akan diuji coba di penjara dibuat Forum Asia untuk Koreksi, sebuah kelompok riset yang memiliki spesialisasi bidang kriminal dan kebijakan penjara. Robot itu digerakan dengan empat roda dan dilengkapi dengan kamera dan sensor lain yang memungkinkan mereka untuk mendeteksi tindakan seperti kekerasan dan bunuh diri.

Ilmuwan dari Universitas Kyonggi, Prof Lee Baik-Chu yang memimpin proses perancangan, menyatakan bahwa robot akan memberikan sinyal kepada petugas penjara jika mereka menemukan masalah. "Seperti yang telah kami lakukan dalam membuat kunci sistem operasi, kami sekarang bekerja untuk memperhalus detail yang membuatnya lebih bersahabat bagi para narapidana," kata Profesor Lee Baik-Chu kepada Kantor Berita Yonhap, Sabtu (26/11).

Uji coba selama satu bulan itu menelan biaya £ 554.000 dan disponsori oleh pemerintah Korea Selatan. Robot pengawas ini merupakan seri investasi terakhir yang dilakukan oleh negara Korsel dalam industri robotik.

Korea Selatan merupakan negara maju dalam bidang perobotan. Para pebisnis yakin sektor itu memiliki potensi untuk menjadi produk ekspor utama. Oktober lalu, pasar robot Korea tumbuh 75% selama dua tahun terakhir dan menghasilkan keuntungan sebesar £1 miliar.

Menteri Ilmu Ekonomi Korsel mengatakan, pada Januari lalu telah menghabiskan sekitar £415 juta untuk riset di sektor robotik antara 2002-2010. Langkah ini dilakukan untuk menandingi negara lain seperti Jepang, yang juga memberikan perhatian kepada industri yang potensial.(bbc/sya)


 
Berita Terkait
 
•
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]