Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Korea Utara
Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal Lintasi Jepang
2017-09-15 11:30:29

Peluncuran rudal Korea Utara bulan lalu yang melewati angkasa Jepang disebut sebagai 'ancaman yang belum pernah ada'.(Foto: Istimewa)
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Korea Utara menembakkan rudal yang tidak teridentifikasi melintasi wilayah udara Jepang di utara.

Pemerintah Korea Selatan dan Jepang langsung merencanakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional.

Media Jepang melaporkan rudal tampaknya ditembakkan ke arah timur laut Jepang. Ditambahkan bahwa rudal kemungkinan besar melewati wilayah angkasanya dan memperingatkan warganya untuk mencari perlindungan.

Ketua Sekretariat Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan rudal diluncurkan pada pukul 06:57 pagi waktu setempat pada hari Jumat (15/9) dan terbang di atas Pulau Hokkaido sebelum jatuh pada pukul 07:06, dengan jarak sekitar 2.000km.

Namun Kementrian Pertahanan Korea Selatan memperkirakan rudal terbaru ini kemungkinan melesat sejauh 3.700 km dan mencapai ketinggian maksimalnya pada 770 km, yang lebih tinggi dan lebih jauh dari rudal sebelumnya.

A TV screen in Tokyo, Japan, display a projected path of the North Korean IRBM, 14 September 2017Hak atas fotoREUTERS
Image captionJalur melesatnya rudal melintasi Hokkaido, dalam tayangan TV Jepang.

Komando Pasifik AS menyebut, pengkajian sementara mereka 'menunjukkan bahwa yang diluncurkan itu adalah rudal balisik jarak menengah (IRBM).

Pengamat mencatat, rudal ini melesat dalam daya jangkau yang cukup untuk mencapai Guam, pulau di pasifik yang merupakan wilayah AS, yang berjarak sekitar 3.400km dari Pyongyang.

Bulan lalu, Korea Utara meluncurkan rudal jarak menengah Hwasong-12 yang melintasi wilayah angkasa Jepang, yang memicu sirene keadaan darurat sebelum jatuh ke Samudra Pasifik.

Jepang menyebutkan sebagai 'ancaman yang belum pernah ada' atas negara itu.

Peluncuran terbaru ini merupakan yang pertama sejak dijatuhkannya sanksi lebih berat terhadap Korea Utara.

Sanksi tersebut dijatuhkan menyusul uji coba nuklir pada 3 September lalu, yang menurut Pyongyang yang paling kuat dan merupakan bom hidrogen.

Korea Utara memicu ketegangan di kawasan dengan perkembangan teknologi persenjataannya yang pesat di bawah kepemimpinan Kim Jomg-un.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Korea Utara
 
• Korea Utara Biayai Program Rudal Nuklir Triliunan Rupiah dari Pencurian Kripto
 
• Tembakan Rudal Korea Utara ke Arah Jepang, 'Apa maunya Kim Jong-un?'
 
• Kim Jong-un Muncul di Depan Umum di Tengah Spekulasi tentang Kesehatannya, Ungkap Media Korut
 
• Korea Utara: Pyongyang 'Luncurkan Rudal dari Kapal Selam', Melesat Sejauh 450 Km
 
• Korea Utara Tolak Perundingan Damai dengan Korea Selatan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]