AFRIKA BARAT, Berita HUKUM - Jumlah korban meninggal akibat virus Ebola di Afrika Barat meningkat menjadi 337, menurut organisasi kesehatan dunia, WHO. Korban meninggal yang mencapai 14 orang dan 47 kasus baru terjadi dalam satu minggu terakhir, kata WHO.
Data WHO menunjukkan Guinea merupakan daerah yang paling parah terkena dengan korban mencapai 264 orang. Sementara di Sierra Leone, tercatat 49 kematian dan di Liberia 24 orang.
Tiga negara berupaya menangani wabah Ebola ini sejak Februari lalu.
Wabah bermulai di selatan Guinea, Guekedou, dan kemudian menyebar ke negara tetangga.
Lebih dari 500 kasus Ebola, baik yang sudah dipastikan atau masih diduga, tercatat sejauh ini, kata WHO.
Sejauh ini belum ada obat atau vaksin untuk Ebola, salah satu virus yang mematikan di dunia.
Virus ini menyebar karena kontak dekat dan menewaskan antara 25% dan 90% mereka yang terkena, tergantung dari jenis virus.
Gejala Ebola termasuk pendarahaan dalam dan luar, diare serta muntah-muntah.
Ditemukan pada tahun 1976 setelah wabah di Republik Demokratik Kongo, Ebola memiliki tingkat kematian hingga 90 persen dan tidak ada vaksin dan tidak ada obat dikenal.
Virus ini awalnya menyebabkan demam mengamuk, sakit kepala, nyeri otot, konjungtivitis dan kelemahan, sebelum pindah ke tahap yang lebih parah menyebabkan muntah, diare dan perdarahan.
Ebola virus disease (EVD) or Ebola hemorrhagic fever (EHF) adalah penyakit manusia yang disebabkan oleh virus ebola. Gejala mulai dua hari sampai tiga minggu setelah tertular virus tersebut dengan demam, tenggorokan dan nyeri otot, dan sakit kepala. Ada kemudian mual, muntah dan diare bersama dengan penurunan fungsi hati dan ginjal. Pada titik ini beberapa orang mulai memiliki masalah dengan perdarahan.(BBC/wiki/bhc/sya) |