Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Narkoba
Konsumsi Narkoba, Artis Fariz RM Kembali Diciduk Polisi
2018-08-26 02:03:03

Ilustrasi. Faris RM.(Foto: twitter)
JAKARTA, Berita HUKUM - Musisi senior Fariz Rustam Munaf atau dikenal Faris RM, lagi-lagi berurusan dengan Polisi. Faris tertangkap karena menggunakan barang haram narkoba jenis shabu. Faris RM diciduk Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, di kediamannya di Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Sabtu (25/8) sore.

Untuk ketiga kalinya musisi senior Fariz RM, ditangkap lantaran terjerat kasus narkotika. Pelantun lagu Sakura ini kedapatan menggunakan narkoba jenis shabu di kediamannya.

Pihak keluarga dan kerabat yang datang ke Polres Metro Jakarta Utara, enggan memberikan komentar. Sejumlah rekan awak media yang menanyakan perihal terkait tertangkapnya Fariz, mereka tidak berkata sepatah kata pun.

Kedatangan mereka ke Polres guna menjenguk Fariz yang saat ini masih diperiksa petugas satuan narkoba. Tampak keluarga membawa sejumlah barang dan koper.

Kasubag humas Polres Metro Jakarta Utara Kompol Sungkono mengonfirmasi kabar tersebut.

"Iya benar. Ditangkap tadi pagi (Sabtu) sekitar pukul 2.00 WIB," ujar Kompol Sungkono.

Sebelumnya, pria berusia lima puluh sembilan tahun ini pernah terjerat kasus yang sama dengan memiliki narkoba jenis Ganja.

Fariz pernah dijerat dengan kasus serupa pada 2007 dan 2015. Atas tindakannya, ia pernah menjalani hukuman penjara selama delapan dan sepuluh bulan penjara

Sementara pada operasi penangkapan kali ini Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa alat hisap shabu dan dua klip plastik shabu serta pil dumolit. Hingga malam ini, Polisi masih memeriksa Fariz RM.(bh/ hmb)


 
Berita Terkait Narkoba
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
 
Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
 
BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
 
2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
 
Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]