Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Konsolidasi Ormas Pendukung Garda Rakyat Suka Prabowo (RSP) di UBK
2018-09-19 09:09:18

Tampak Dr. Hj. Rachmawati Soekarnoputri SH saat acara Konsolidasi Ormas Pendukung Garda RSP di Kampus UBK, Jakarta Pusat pada, Selasa (18/9).(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso selaku Ketua Tim Sukses Pemenangan pasangan Prabowo-Sandi untuk perhelatan Pilpres Republik Indonesia pada 2019 mendatang mengemukakan, dirinya masih merasa memiliki hutang sejarah, membawa bangsa ke cita-cita bangsa Indonesia Merdeka, bersatu berdaulat, adil dan makmur, sesuai amanah tertuang di dalam pembukaan UUD45, ungkapnya di hadapan ratusan relawan dan Ormas, serta komunitas pendukung pemenangan Prabowo Sandi yang digelar di Kampus Universitas Bung Karno (UBK) Jl Cikini Jakarta Pusat pada, Selasa (18/9).

Turut hadir kisaran ratusan relawan perwakilan berbagai omas, komunitas pendukung Prabowo-Sandi serta tokoh nasional dan politik seperti; Djoko Santoso, Ferry Juliantono, Ustadz Amminudin, Dr. Hj. Rachmawati Soekarnoputri SH, Suryo Sancoyo, dll.

"Inilah tantangan kita. kita sudah bertekad demi cita-cita kita. Akankah bangsa ini bisa eksis atau bertahan?," ujar Djoko Santoso mantan Panglima TNI tersebut, Selasa (18/9).

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan bahwa, lewat Prabowo kita ingin selamatkan bangsa ini. Kondisinya saat ini dalam proses VOCnisasi, dimana dimiliki oleh "Asing, Asong", semisalnya saja, ada banyak yang masuk ke Morowali (TKA). Menurutnya, "itu sudah masuk invasi senyap," tukasnya.

Maka itulah, bahwa kedepan harapannya pada para relawan pendukung pemenangan Prabowo Sandi, seharusnya melakukan; Pertama (1) mesti percaya kekuatan sendiri, lalu Kedua (2) jangan menyerah keterbatasan, Ketiga (3) mesti rela berkorban, seperti bu Asma Dewi dan yang Keempat (4), bahwasanya mesti bersama dan bersatu dengan rakyat.

Situasimya, dalam kompetisi Pilpres ini, Kita rebut hati dan pikiran rakyat, untuk itu harus sopan santun terhadap rakyat, menjunjung tinggi kehormatan wanita. "Tahun ini ada loncatan para wanita (Barisan Emak-Emak Militan), dimana akan tercatat dalam sejarah, Saya sampaikan apresiasi, penghormatan saya," ucapnya, seraya menerangkan Ibu Rachmawati, selaku Dewan Penasehat, pantas menjadi penasehat komandannya emak emak.

Selain itu, jelasnya lagi mengingatkan bahwa jangan sampai terperosok di lubang yang sama. "Kita buat juga bersama bu Rachma, dimana berdasarkan Pancasila sila keempat; Kerakyatan yang dipimpin itu berwujud, demokrasi, walaupun sekarang sudah kebablasan," jelasnya.

"Lalu kemudian Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, ini bahkan terasa miskin jauh sekali. Maka itu perjuangan pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 akan menjadi harapan membawa rakyat ke pintu gerbang keadilan, kemakmuran, serta kesejahteraan," jelasnya.

Sebelumnya Dr. Hj. Rachmawati Soekarnoputri, SH mengutarakan kalau dirinya turut ambil prakarsa, dimana para Relawan harapannya memiliki Visi Misi yang sama dalam back up pemenangan P-S, yang mana tepatnya nanti RSP ialah Rakyat Suka Prabowo," demikian ujar Rachma.

"Revolusi belum selesai, dimana tugas PS supaya visi misi menjiwai para Relawan, yang tergabung dalam Garda RSP ini, sayangnya tidak terorganisir dengan baik," cetusnya.

Maka itu, Relawan tujuannya untuk perang merebut teritorial, ibaratnya seperti dimana pada tahun 1960 merebut Irian Barat, semangat digelorakan Bung Karno kala itu. Dimasa itu, imbuh Rachma, akhirnya Angkatan Perang Kita diakui menjadi Angkatan Perang diakui di Asia Raya, ini ilustrasi ya, didalam bentuk pemenangan Pilpres.

"Kita mesti memenangkan pemilih dalam global mapping. ilustrasi dimana para Relawan ada dimana masing-masing Daerah di Pilpres ini, harus menenangkan voterrs. Ada beberapa elemen, dimana milenial 65%, emak-emak swing voteers 38%. disinilah tugas Relawan menjadi mata dan telinga. saksi sangat penting,' ujarnya.

"Karena biasanya ada yang nyelonong. mendata, dimana kecurangan-kecurangan terjadi, inilah yang patut diperhatikan dalam merebut teritori," pungkasnya mencermati.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]