Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Vietnam
Konglomerat Sepakbola Vietnam Dihukum
Tuesday 10 Jun 2014 03:29:47

Nguyen Duc Kien bersalah mengemplang pajak dan melakukan perdagangan gelap.(Foto: AFP)
VIETNAM, Berita HUKUM - Salah seorang pengusaha terkaya Vietnam dihukum 30 tahun penjara karena terbukti melakukan pemalsuan jutaan dolar. Nguyen Duc Kien -yang memiliki klub sepakbola teratas di Hanoi- dinyatakan bersalah mengemplang pajak dan melakukan perdagangan gelap.

Penahanannya pada tahun 2012 menyebabkan harga saham anjlok di Asia Commercial Bank yang dia dirikan.
Masalah yang dihadapinya dikaitkan dengan perebutan kekuasan yang terjadi diantara kelompok penguasa Komunis Vietnam.

"Tertuduh seseorang yang tidak jujur dan karenanya harus dikenakan hukuman yang serius sesuai dengan kejahatannya," kata pejabat pengadilan Nguyen Huu Chinh di akhir pengadilan selama dua minggu.
'Upaya musuh' Dung

Pria yang disebut-sebut sebagai sekutu Perdana Menteri Nguyen Tan Dung ini juga didenda US$3,5 juta atau sekitar Rp 41 miliar.

Para pengamat mengisyaratkan tuduhan terhadapnya merupakan upaya musuh-musuh Dung untuk melemahkan posisi perdana menteri.

Dung menerapkan reformasi untuk membangkitkan ekonomi Vietnam dengan melakukan restrukturisasi industri pemerintah.

Tetapi sejumlah tokoh pemimpin memandang reformasi Dung justru menyebabkan masalah ekonomi.Mereka lebih mengkhawatirkan stabiltas dan bertahannya kekuasaan satu partai, kata para pengamat.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Vietnam
 
• Ratusan Tahanan Pusat Rehabilitasi Narkotika Vietnam Kabur
 
• Konglomerat Sepakbola Vietnam Dihukum
 
• Vietnam Bebaskan Dua Pembangkang
 
• Mantan Bankir Vietnam Dipenjara Seumur Hidup
 
• Banjir Tewaskan Puluhan Orang di Vietnam
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]