Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Demo didepan Gedung KPK
Komisioner KPK di Hadiahi para Waria Viagra dan Kutang
Tuesday 21 May 2013 14:11:15

7 orang Aliansi Waria Anti Korupsi (AWAK) mendatangi gedung (KPK), Selasa, (21/5) guna mempertanyakan sejauh mana keseriusan KPK dalam penanganan kasus-kasus besar korupsi seperti Hambalang, Century, BLBI.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasa Korupsi KPK, dinilai lamban dalam menangani perkara besar kasus korupsi, KPK di bentuk untuk menangani kejahatan korupsi besar Korporasi pada aparat penegak hukum yang korup.

Akibatnya membuat 7 orang Aliansi Waria Anti Korupsi (AWAK) mendatangi gedung (KPK), Selasa, (21/5) guna mempertanyakan sejauh mana keseriusan KPK dalam penanganan kasus-kasus besar korupsi seperti Hambalang, Century, BLBI.

Para Banci ini menilai jika KPK impoten dan loyo dalam mengungkap kasus korupsi yang sedang ditanganinya, seperti diseleksi oleh kepentingan kekuatan politik besar dan kejahatan korporasi.

"Korupsi hampir setiap hari menghiasi berita-berita di media massa, akan tetapi penanganannya dipengaruhi kekuatan politik besar," ujar Rere Koordinator aksi di depan gedung KPK.

Ke 7 orong waria ini juga memberikan sejumlah hadiah bagi ke lima Komisioner KPK, seperti, pembalut, viagra, sabun sirih, bedak, bra (kutang).

Hal tersebut sebagai bentuk protes kami kaum Waria, guna memberikan sindirin kami kepada KPK untuk lebih jantan dalam memberantas korupsi serta tidak tebang pilih.

"Saat ini KPK seperti telah kehilangan libido birahi dalam pemberantas korupsi," ujar Novi.

Di jelaskanya kembali, tidaklah berlebihan kalau kecurigaan dan dugaan adanya kekuatan besar yang bersumber dari singgasana kekuasan yang menginginkan KPK kehilangan segala potensi integritas, agresivitas dan objektivitas dalam memberantas korupsi.

Di jelaskanya seperti kasus Century, Kardus Durian, Lapindo, BLBI, korupsi Al-Qur'an, Wisma Atlet Hambalang, seakan lenyap dan tidak berbekas dimakan opini ditimpa oleh kasus-kasus kecil dan tali air lainya

Novi menambahkan, belum lagi kasus yang menyentuh pusaran kekuasaan, KPK seakan tidak berani untuk membongkar secara gamblang aliran dana kepada kolega dan keluarga pihak penguasa, KPK tidak berani hadir untuk memeriksa.

"Jangan ada pendangkalan diatas pendalaman terhadap kasus-kasus tersebut, dan bekerjalah secara sistematis, sesuai prioritas dan profesional," pungkas Novi.

Selanjutnya para Waria ini, menyerahkan hadiah kepada staf KPK, dan diterima oleh salah seorang Dumas KPK, dan para Waria ini membubarkan diri dengan tertip.(bhc/put)


 
Berita Terkait Demo didepan Gedung KPK
 
KPK Harus Segera Panggil Kemenko PMK, Menteri Puan!
 
AKU KPK Dukung Penuh KPK Berantas Kasus APBD Riau 2015
 
AMPAK Demo Terkait Dugaan Kasus Pembelian Sumur Minyak di Malaysia
 
AMPT Demo Desak KPK Periksa Ichwanul Idrus Dirut LPPNPI
 
AKRAB Demo KPK Tuntut Kasus Korupsi Setya Novanto
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]