Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Komisi VIII
Komisi VIII Pertanyakan Komunitas Kongucu Kalbar
Wednesday 17 Apr 2013 09:31:35

Anggota Tim Komisi VIII Hidayat Nurwahid.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
PONTIANAK, Berita HUKUM - Sejak ditetapkan sebagai agama resmi di Indonesia, Kongucu sebagai agama terus berkembang. Populasi penganut Kongucu juga meningkat. Anggota Tim Komisi VIII Hidayat Nurwahid bertanya banyak soal keberadaan komunitas Kongucu di Kalimantan Barat (Kalbar) kepada Gubernur Kalbar Cornelis MH, saat kunjungan kerja ke Pontianak, Kalbar, Selasa (16/4).

Menurut Cornelis, komunitas penganut Kongucu Kalbar setidaknya ada 12% dari total penduduk Kalbar. Ditambahkan Kepala Kanwil Agama Kalbar bahwa kini masyarakat penganut Kongucu sudah bisa mencantumkan agamanya di KTP mereka masing-masing. Ritual-ritual keagamaan Kongucu juga sudah bebas dilakukan tanpa rasa takut lagi.

Seperti diketahui, sebelum ditetapkan menjadi agama resmi, para penganut Kongucu masih ikut menyatu dengan para penganut Budha. Bahkan, kini sudah ada sekolah-sekolah khusus penganut Kongucu. Hidayat Nurwahid yang mendengar pemaparan tersebut cukup mengapresiasi realitas tersebut sebagai bahan masukan Komisi VIII dalam rapat kerja dengan Kementerian Agama.

Para penganut Kongucu cukup bernafas lega bisa diberi kebebasan menjalankan ritual agamanya di Kalbar. Yang perlu diapresiasi pula di Kalbar tidak ada konflik yang mengatasnamakan agama. Kecuali konflik suku yang dulu pernah terjadi antara suku Dayak dan Madura.(mh/dpr/bhc/rby)


 
Berita Terkait Komisi VIII
 
Data Kemiskinan di Indonesia Belum Akurat
 
Program KUBE Butuh Penasihat Usaha
 
Anggota Komisi VIII Tidak Puas Kinerja Kementerian Agama
 
Pemerintah Perlu Evaluasi Program Bantuan Masyarakat Miskin
 
Komisi VIII Kecewa pada Kementerian PP & PA
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]