Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Tsunami
Komisi VIII Dorong Bantuan Korban Bencana Sulteng Cepat Tersalurkan
2018-10-16 07:54:50

Ilustrasi. Barang bantuan untuk korban bencana Gempa Tsunami Sulawesi Tengah.(Foto: BH /hmb)
PALU, Berita HUKUM - Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong terus mendorong bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, maupun wilayah lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah lebih cepat tersalurkan, terutama ke pengungsi-pengungsi yang selama ini belum tersentuh bantuan.

"Kalau kita lihat, kerusakannya luar biasa. Karenanya, DPR RI merasa perlu sungguh-sungguh mendengarkan aspirasi masyarakat Sulteng, terutama Palu, Donggala dan Sigi," kata Ali Taher saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kantor Dinas Sosial Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10).

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan adalah emergency response, dengan terus mengirimkan bantuan sampai 14 hari ke depan, karena masih banyak korban yang belum ditemukan dan dievakuasi.

Kedua, ia mengatakan menekankan aspek anggaran tahun 2019 untuk masa rekonstruksi dan rehabilitasi. "Untuk tahun ini ada dana siap pakai Rp 4 triliun dan untuk tahun 2019 akan kita naikkan menjadi Rp 6,5 triliun," ujar Ali Taher.

Ali Taher berharap, masyarakat Sulteng bisa kembali melaksanakan aktivitas kesehariannya, terutama menumbuhkan perekonomian dan mendapatkan rasa nyaman. Ia mengatakan, pihaknya datang ke Sulteng untuk mendapatkan data yang valid mengenai tingkat kerusakan dan jumlah korban.

"Ini perlu diteliti kembali, kemudian kita akan bicara dengan Kementeriaan Sosial dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Insya Allah akan ada upaya yang lebih cepat," harap legislator dapil Banten itu.

Ali Taher bersama 16 Anggota Dewan lainnya, selain mendatangi tenda tempat penyembuhan trauma milik Kementerian Sosial di Dinas Sosial Provinsi Sulteng, juga mendatangi beberapa lokasi terdampak bencana paling parah di Palu, meninjau IAIN Palu, serta menemui Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.

Sementara, berdasarkan data terbaru, korban yang meninggal ditemukan tercatat sudah 2.091 jiwa. Jumlah korban luka tercatat sebanyak 4.612 orang. Sisanya ratusan orang masih dilaporkan hilang dan tertimbun.

(dbs/eno/sf/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Tsunami
 
Kerugian Material Akibat Tsunami di Kawasan Tanjung Lesung Berkisar Rp150 Milliar
 
Tim SAR Gabungan Terus Menemukan Korban Tsunami Selat Sunda, 373 Meninggal Dunia dan 128 Hilang
 
Evakuasi Korban Tsunami Terus Dilanjutkan: 281 Meninggal, 1.016 Luka-Luka Dan 57 Hilang
 
Tim Evakuasi TNI Sudah Diterjunkan di Lokasi Tsunami Selat Sunda
 
Ikut Berduka, Sandiaga Uno Terjunkan Tim Bantuan ke Lokasi Terdampak Tsunami
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]