Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Reklamasi Pantai
Koalisi Rakyat Desak Presiden Hentikan Reklamasi Pantai
Tuesday 13 Mar 2012 19:10:04

salah satu proyek reklamasi pantai (Foto: Drupadiana.wordpress.com)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Puluhan aktivis lingkungan hidup yang tergabung dalam Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menghentikan proyek reklamasi pantai secara nasional. Pasalnya, tindakan tersebut menimbulkan permasalahan yang membuat sengsarakan kehidupan nelayan dan masyarakat pesisir.

“Kami meminta Presiden SBY menghentikan Proyek Reklamasi Nasional di 30 titik. Pengurugan atau reklamasi pantai untuk memperluas kota-kota pesisir itu, justru menimbulkan persoalan baru, yakni memperluas bencana ekologis dan meminggirkan nelayan dan masyarakat pesisir dari ruang hidup dan sumber-sumber kehidupan mereka,” Sekjen Kiara, Riza Damanik di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/3).

Mereka sangat menyesalkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang malah melegalkan reklamasi pantai di wilayah utara Jakarta. Padahal, reklamasi pantai tidak saja menggusur nelayan, melainkan juga mengakibatkan persoalan lain di tempat sumber kerukan . Seharusnya Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan perlindungan atas lingkungan hidup, bukan mendiamkan tindakan yang merusak lingkungan hidup.

Padahal, kata Riza, sudah sangat jelas dalam putusan uji material (judicial review) Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan bahwa pengkaplingan, Revitalisasi dan Komersialisasi perairan pesisir dan pulau-pulau kecil bertentangan dengan UUD 1945. Putusan ini ditegaskan saat membatalkan klausul HP3 (Hak Pengusahaan Perairan Pesisir) atas uji material UU Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

“Pengabaian atas putusan tertinggi ini jelas merupakan perbuatan melawan hukum pemerintah atas konstitusi. Aparat penegak hukum harus menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab ke Pengadilan, karena telah melanggar hukum yang berlaku,” tegas dia.(dbs/wmr)


 
Berita Terkait Reklamasi Pantai
 
• Tanggapi LBH, Pemprov DKI Pastikan Reklamasi Sudah Dihentikan
 
• Diskusi Publik: Menyoal Kejahatan Korporasi terhadap Reklamasi Teluk Jakarta
 
• NSEAS Bakal Gelar Diskusi Publik Menyoal Kejahatan Korporasi Terhadap Reklamasi Teluk Jakarta
 
• Hentikan Semua Reklamasi Teluk Jakarta, Gubernur Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau
 
• Setelah Ahok, Polisi Akan Periksa Djarot Terkait Kasus Proyek Reklamasi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]