Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Arab Saudi
Koalisi Pimpinan Saudi Bantah Bom Kedutaan Iran
Friday 08 Jan 2016 08:00:01

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menggempur sejumlah target di Yaman guna memerangi pemberontak Houthi. Sejumlah warga dan saksi mata di Sana’a mengatakan terdapat puluhan serangan udara pada Kamis (6/1) oleh pasukan koalisi yang memerangi pemberontak Houthi.(Foto: Istimewa)
ARAB SAUDI, Berita HUKUM - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi membantah tuduhan Iran bahwa salah satu pesawat tempurnya sengaja membom Kedutaan Besar Iran di ibu kota Yaman, Sana'a. Pernyataan resmi koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan tuduhan Iran 'salah dan tidak ada operasi yang dilancarkan di sekitar kedutaan atau di dekatnya'.

Lebih jauh, koalisi menyebut bahwa investigasi yang dilaksanakan ‘juga mengukuhkan bahwa gedung kedutaan (Iran) aman dan tidak rusak'.

Keterangan itu diamini sejumlah warga dan saksi mata di Sana'a yang mengatakan gedung kedutaan Iran tidak mengalami kerusakan, walau terdapat puluhan serangan udara pada, Kamis (6/1) oleh pasukan koalisi yang memerangi pemberontak Houthi.

Pemerintah Arab Saudi di Riyadh menuduh Iran mendukung kelompok militer Houthi, dan Iran membantah tuduhan tersebut.

'Tindakan disengaja'

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Jaber Ansari, menuding Arab Saudi melakukan 'tindakan disengaja' yang 'melanggar semua konvensi internasional yang melindungi perwakilan diplomatik'.

Ansari mengatakan serangan itu telah melukai "sejumlah penjaga gedung", seperti dikutip kantor berita Iran, IRNA.

Selanjutnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian, menerangkan: "Dalam serangan udara Arab Saudi di Sana'a, sebuah roket jatuh dekat kedutaan kami dan amat disayangkan salah satu penjaga kami cedera serius. Kami akan menginformasikan Dewan Keamanan (PBB) rincian serangan ini."

Tidak jelas apakah kedutaan besar itu masih berfungsi sepenuhnya, tapi sejumlah negara telah menarik staf mereka dan memindahkan kedutaan mereka ke kota pelabuhan di Aden.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Arab Saudi, yang berawal dari eksekusi seorang ulama Syiah, Nimr al-Nimr, oleh pemerintah Saudi.

Eksekusi itu memicu unjuk rasa di beberapa negara dan sejumlah warga Iran kemudian menyerang dan membakar kedutaan besar Arab Saudi di Teheran, yang ditanggapi Saudi dengan pemutusan hubungan diplomatik.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Arab Saudi
Arab Saudi Resmikan Kereta Cepat yang Hubungkan Mekkah dan Madinah
Perdana, Arab Saudi Rilis Surat Izin Mengemudi untuk Perempuan
Arab Saudi akan Buat Bom Nuklir Jika Iran Punya Senjata Nuklir
Delegasi DPR RI Berjumpa Majelis Syuro Arab Saudi Ditengah Ancaman Rudal
Rudal Yaman yang Ditembakkan ke Arab Saudi Punya 'Ciri Khas' Iran
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Poyuono: Analogi RS Ibarat Orang Bakar Ban Mobil Berteriak Rumahnya Kebakaran
Pelantikan DPP IMM 2018-2020, Dahlan Rais: IMM Harus Menjadi Garda Terdepan Persyarikatan
Mengangkat Analogi 'Game of Thrones', Pidato Jokowi Menunjukkan Gagal Paham
Tongkang Tabrak Permukiman Warga di Pinggir Sungai, 6 Rumah Warga Rusak
Ratusan Emak-emak Perempuan Prabowo Deklarasi Dukung Capres Nomor Urut 02
Ditlantas Polda Metro Jaya Sosialisasi Sistem E-TLE dengan Pembagian Brosur dan Pembentangan Spanduk
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Poyuono: Analogi RS Ibarat Orang Bakar Ban Mobil Berteriak Rumahnya Kebakaran
Ditlantas Polda Metro Jaya Sosialisasi Sistem E-TLE dengan Pembagian Brosur dan Pembentangan Spanduk
Jiwasraya Tunda Bayar Klaim Nasabah Menunjukkan Pengelolaan BUMN yang Buruk Selama Ini
Bawaslu Temukan Dugaan Pelanggaran Kampanye Caleg Pendukung Jokowi-Ma"ruf
Al Khatam dan Konfederasi Nasional Pemuda Indonesia Serukan 'Save Polri & Save KPK'
Presidium Nasional KPI Bentangkan Spanduk 20 Meter 'Jangan Benturkan Polri dan KPK !!'
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]