Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Teror
Klub Gay di California Diserang Pria Bersenjata, 20 Tewas
2016-06-12 19:53:42

Tim penjinak bom dan bahan berbahaya berada di tempat kejadian, seperti dilaporkan kantor berita Associated Press.(Foto: Istimewa)
CALIFORNIA, Berita HUKUM - Ada beberapa orang terluka setelah penyerang melepaskan tembakan di dalam sebuah klub malam gay di kota Orlando, di negara bagian Florida, AS, kata polisi. Penyerang dilaporkan masih berada di dalam klub dan menyandera sebagian pengunjung.

Tim penjinak bom dan bahan berbahaya berada di tempat kejadian, seperti dilaporkan kantor berita Associated Press.

Polisi kota Orlando meminta masyarakat untuk menjauh dari klub tersebut.

Beberapa laporan mengatakan setidaknya terdengar 20 tembakan dari dalam klub.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan kendaraan ambulan dan pemadam kebakaran telah berada di tempat kejadian dan terlihat sejumlah orang tengah dirawat di trotoar.

Kekhawatiran bom

Lebih dari 100 orang dilaporkan tengah menikmati pesta dengan tema Latin di klub yang terletak di dekat Orange and Kaley avenue.

Pengelola klub gay - yang berhasil melarikan diri - mengatakan bahwa penyerang yang bersenjata melepaskan tembakan sekitar pukul 02:00 waktu setempat.

Segera setelah itu, sejumlah tamu menuliskan pesannya di laman Facebook klub tersebut, Pulse.

"Orang-orang di lantai dansa dan bar turun dan lari," tulis Ricardo Almodovar dalam Facebook Pulse.

Seorang pria lain, Anthony Torres, mengatakan dia mendengar orang-orang berteriak bahwa ada yang tewas di dalam klub.

Sebelumnya, reporter TV lokal Stewart Moore menulis di laman tweeternya bahwa dia telah diberitahu oleh sumber yang menyebutkan bahwa lebih dari 20 orang telah ditembak.

Dia mengatakan penyerang masih berada di dalam klub malam dan menyandera sebgaian pengunjung. Dia khawatir penyerang membawa bahan peledak. Insiden ini terjadi di Orlando tidak lama setelah penembakan fatal pada Jumat malam yang menewaskan penyanyi berusia 22 tahun, Christina Grimmie.

Grimmie ditembak oleh pria 26 tahun, Kevin James Loibl, dalam acara pertemuan dengan fansnya. Loibl kemudian bunuh diri dan belum terkuak.apa motif di balik aksinya.

Sementara, serangan di kelab malam kaum gay di Florida, Minggu dini hari, dikabarkan hingga menewaskan sekitar 20 orang dan melukai 42 lainnya.

Korban-korban tersebut berjatuhan sebelum akhirnya si penembak ditembak mati oleh polisi, lapor Reuters.

Pihak-pihak berwenang Amerika Serikat menggambarkan insiden itu sebagai "terorisme dalam negeri".

Seorang polisi, yang bekerja penjaga keamanan di dalam kelab bernama Pulse itu, beradu tembak dengan tersangka pelaku pada sekitar 02.00 waktu setempat, kata para petugas kepolisian.

Situasi di dalam Pulse berubah menjadi praktik penyanderaan sebelum pasukan keamanan kemudian memasuki lokasi dan menembak mati sang pria bersenjata.

Tidak jelas apakah para korban tewas memang karena ditembak oleh pria tersebut.

"Pada pukul 05.00 pagi ini, keputusan diambil untuk menyelamatkan sandera-sandera yang berada di dalam. Para petugas kami beradu tembak dengan tersangka. Tersangka sudah mati," kata Kepala Kepolisian Orlando, John Mina, dalam jumpa pers.

Setidaknya satu polisi mengalami luka-luka dalam kontak senjata, namun polisi berhasil menyelamatkan setidaknya 30 orang, kata Mina.

Tersangka memegang sebuah senapan serbu dan sebuah pistol, juga "perangkat" yang tidak bisa dikenali, kata Mina.(BBC/dbs/bh/sya)


 
Berita Terkait Teror
 
Antisipasi Segala Macam Bentuk Teror kepada Para Pemuka Agama
 
Ahmad Basarah: Rata-rata di Indonesia Tiap Bulan Terjadi Dua Kali Aksi Teror
 
Dekan FH UII: Guru Besar Hukum Tata Negara Kami Diteror!
 
MUI Desak Aparat Segera Tangkap Perusak Rumah Ketua PA 212
 
Ryamizad Ryacudu Tak Habis Pikir Mindset Pelaku Teror Masuk Surga
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]