Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pilpres
Ketum GL-Pro 08: Intelijen Asing Bermain di Kancah Perhelatan Kursi Pendamping Prabowo
2018-08-09 19:20:34

Tampak Ketua Umum Gerakan Laskar Pro 08, Jimmi CK saat diskusi santai para aktivis relawan dibilangan Matraman Dalam Jakarta Pusat pada, Rabu (8/8) malam.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Gerakan Laskar Pro 08, Jimmy C.K mengatakan bahwa situasinya kini, saat viral pasangan Prabowo dengan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang sudah viral ke seluruh pelosok negeri. Bahkan, jangankan bagi kalangan muslim, kelompok non muslim saja sudah mendukung, utaranya saat diskusi terbuka bersama relawan pendukung Prabowo Presiden 2019, dibilangan Matraman Dalam, Jakarta Pusat pada, Rabu (8/8) malam.

"Ini akan jadi 'bumerang' dan jadi masalah besar, bila masyarakat tahu beliau dicalonkan menjadi Wapres bahkan sudah donasikan. Meskipun secara materi kurang cukup, namun otomatis ulama yang bakal jadi pemimpin bangsa tentunya masyarakat akan mendukung," jelas Jimmy.

Namun, jikalau bila UAS tidak bersedia, "seperti sudah viral di media. Tentunya 'tidak jadi', bahkan malam ini mungkin sudah ada koalisi baru, antara PKS dan PAN. Hingga tinggal Demokrat dan Gerindra mungkin," ungkap Jimmy.

Kemudian, apabila situasinya sudah ada poros ketiga, serasa dirinya juga ibaratnya secara pribadi merasa kurang bergairah. "Bahkan, baru ini ditelevisi nampak Prabowo disampingnya ada Sandiaga Uno dan Ustad Salim Segaf," ucapnya.

"Ini seakan ada perpecahan di PKS. Ini nampak gaya Mosadnya Israel, dimana profesor pun tidak mampu memprediksi akan hal ini," paparnya.

Sementara, Jimmi menambahkan baru sekarang yang viral bukan Capres nya, namun Cawapres. "Nampak gayanya Intelijen Asing ini yang bermain, bahkan mungkin sudah masuk ini juga Intelijen China ke sini," cetusnya mengkritisi.

Timpalnya, apabila ini terus berkecamuk, seraya kita akan jadi budak di negeri sendiri.

Selain itu ia menduga, kabar menurut Intelijen sudah ada intelijen China yang sudah masuk sebanyak 10 juta orang, dan ditambah lagi orang-orang tersebut sudah mendapatkan pelatihan (dasar dasar) wajib militer pula bagi warga negaranya tersebut.

"Saat ini sudah 1,5 miliar penduduknya, dan menurut infonya diduga akan ke Indonesia puluhan juta warga negaranya migrasi," beber Jimmy.

"Saudara kita yang PKS dimana sudah solid dan membangun koalisi sampai mungkin tinggal sumpah pocong saja dibuat untuk berkoalisi. Kok bisa hancur ?," ungkap aktivis muda AKBAR itu.

"Disinilah petinggi partai atau oknumnya seraya memberikan contoh kurang baik nampak nya. Prabowo...Presiden !!!," pungkasnya.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]