Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Perempuan
Ketua PKK Kabupaten Gorontalo: Isteri ASN Harus Impresif
2016-10-23 16:02:46

Foto bersama acara temu silaturrahim Ketua TP. PKK dan pengurus DWP Gorontalo dengan Ny. Mien Uno, di Lembaga Pendidikan Duta Bangsa, dibilangan Rasuna Said, Kuningan Jakarta, Sabtu (22/10).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menjadi isteri seorang abdi masyarakat (ASN) erat bersentuhan dengan peran dan tanggung jawab mulia. Mereka dituntut menjadi partner profesional yang wajib mendukung segala aktifitas suami, baik itu dukungan dalam hal urusan rumah tangga, maupun kedinasan. Peran ini malah akan sangat luas karena mereka harus lebih impresif (menjadi sosok yang menakjubkan, hebat, dan berkesan) dilingkungan keluarganya.

Peran wanita dalam pembangunan ini nampak serius dibahas dalam temu silaturrahim Ketua TP. PKK dan segenap pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gorontalo dengan Ny. Mien Uno, di Lembaga Pendidikan Duta Bangsa, dibilangan Rasuna Said, Kuningan Jakarta, Sabtu (22/10). Ibu dari calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno itu menyajikan materi-materi menarik tentang peran wanita dalam pembangunan.

Secara khusus, temu silaturrahim dua lembaga mitra Pemda Kabupaten Gorontalo tersebut hendak mendorong perempuan Gorontalo lebih percaya diri meletakkan tanggung jawab daerah/negara diatas pundak. Inti kegiatan terlihat dalam tema "Perempuan Indonesia is the backbone of Nation" dengan motto: Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas."

"Perempuan sebagai mitra aktif dan profesional itu harus cerdas dan berkarakter, harus bisa menjadi ujung tombak impresif di dalam keluarga," ungkap Fory Pomalingo Naway, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Gorontalo yang turut menjadi pemateri.

Harapan terhadap perempuan Gorontalo untuk menjadi backbone di daerah tentu saja tak hanya sekadar membakar semangat semata. Dalam kesempatan tersebut Ny. Mien Uno (meski ditengah kesibukan mendampingi suami menghadapi pemilihan Gubernur DKI Jakarta) nampak semangat berbagi banyak pengetahuan dan pengalaman berharga kepada peserta. Walhasil, pembekalan itu pun menjadi momentum penting dan mampu membangun semangat pengabdian para isteri pejabat dan ASN melalui eksistensi mereka sebagai ibu rumah tangga dan sebagai anggota DWP.

"Pengalaman ini akan diviralkan kepada pengurus DWP yang tidak sempat hadir. Ini penting dalam rangka menata hidup dan kepribadian. Berikut, membangun perilaku dan memperlihatkan tingkah laku dalam keluarga juga jangan lupa perlu dengan implikasi 3S, yaitu, sederharana, serasi, sopan," jelas Fory, tengah merencanakan seminar nasional dengan kembali menghadirkan Ny. Mien Uno bersama Prof. Yohanes dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia pada peringatan Hari Ibu Desember nanti.(bh/shs)


 
Berita Terkait Perempuan
 
Susi Pudjiastuti dan Sejumlah Tokoh Perempuan Kritik Keras Pernyataan Mahfud
 
Cerita Penari Perempuan 106 Tahun Menolak Disebut 'Tua', Masih Rajin Tulis Buku dan Bikin Film, Apa Rahasianya?
 
Kelompok Kerja Desa Damai, Wahid Foundation Gelar Training Akses Perempuan terhadap Keadilan
 
Sulli: Perempuan yang Berani Memberontak terhadap Dunia K-pop
 
Bukan Sekedar Slogan, Kesetaraan Gender Harus Diwujudkan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]