Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kemenkumham
Ketua MK Dukung Kebijakan Moratorium Menkumham
Thursday 03 Nov 2011 23:04:11

Ketua MK Mahfud MD (Foto: BeritaHUKUM.com)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Kontroversi moratorium remisi bagi terpidana korupsi membuat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD harus angkat bicara. Ia dengan nada tegas mendukung Kementerian Hukum dan hak Asasi manusia (Kemenkumham) mengeluarkan kebijakan moratorium tersebut.

Bahkan, Mahfud memuji langkah yang diambil oleh Menkumham Amir Syamsudin dan Wamenkumham Denny Indrayana. Kebijakan ini pun pantas mendapatkan apresiasi. "Saya sangat setuju. Soal hukum aturannya memang bisa diperdebatkan," kata Mahfud di gedung MK, Jakarta, Kamis (3/11).

Dasar dukungannya itu, lanjut dia, karena korupsi telah merusak masa depan bangsa. Oleh karenanya, remisi terhadap koruptor diperketat. Meski UU Pemasyarakatan menyebutkan tiap terpidana berhak mendapat remisi dan pembebasan bersyarat, tapi teknis pelaksanaan UU itu dijabarkan ketentuan dan syarat-syaratnya sesuai Peraturan Pemerintah (PP) yang berlaku.

Atas pertimbangan rasa keadilan masyarakat itulah, menurut dia, pemerintah bisa melakukan pengetatan moratorium remisi bagi terpidana kasus korupsi. Dalam PP juga secara jelas menyebutkan bahwa pemberian remisi atau pembebasan bersyarat itu harus memperhatikan rasa keadilan masyarakat. "Dikatakan moratorium itu melanggar UU, rasanya tidak juga," tandas Mahfud.

Sementara itu, Wamenkumham Denny Indrayana menegaskan bahwa kebijakan pengetatan syarat pemberian remisi bagi koruptor bukan kebijakan politis. Pasalnya, kebijakan pengetatan syarat remisi koruptor ini tidak untuk orang per orang. Aturan ini berlaku secara umum begi terpidana korupsi.

Menurut dia, kriteria napi korupsi, terorisme, dan narkoba yang dapat diberikan remisi atau pembebasan bersyaratnya adalah jika yang bersangkutan merupakan justice collaborator. Hal ini diperlihatkan dengan memberikan fasilitas itu bagi Agus Condro. “Dia memenuhi syarat sebagai justice collaboration, karena memberikan informasi yang akurat dan informasi tersebut terbukti dipersidangan,” jelas dia.(dbs/wmr)


 
Berita Terkait Kemenkumham
 
• Menkum HAM RI Dr. Andi Agtas Silaturahmi di Kota Palu, Hadir Advokat Rakyat Agus Salim
 
• Menkumham Yasonna Laoly Tekankan Pentingnya Literasi Keagamaan Lintas Budaya
 
• Indonesia dan Belanda Kerjasama Perangi Kejahatan Transnasional
 
• Ditjen Imigrasi Kemenkumham Perketat Sistem Penerbitan Paspor demi Cegah TPPO dan Calon PMI Non-prosedural
 
• Legislator Pertanyakan Penunjukan Dirut PT Krakatau Steel Jadi Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]