Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Ulama
Ketua Fraksi PKS: Jangan Lupakan Peran Ulama dan Umat Islam
2017-09-25 08:03:53

Forum Persaudaraan Umat Islam Banten menggelar istighosah dan nonton bareng Film Pengkhianatan G30S/PKI.(Foto: Istimewa)
SERANG, Berita HUKUM - Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini mengingatkan sejarah mencatat peran ulama dan umat Islam sebagai tulang punggung, penyelamat, dan penjaga ideologi Pancasila serta keutuhan NKRI dari ancaman yang ingin memecah belah bangsa.

Anggota Komisi I DPR ini menegaskan, sampai kapan pun peran itu akan terus dilakukan olah ulama dan umat Islam.

"Terlebih ketika saat ini ada upaya-upaya pembelaan, pemakluman atau simpati terhadap komunisme serta penafian sejarah kelam kekejaman PKI di masa lalu," kata Jazuli saat istigasah dan tabligh akbar di Alun-alun Kota Serang, Banten, Minggu (24/9).

Acara itu digelar dalam rangka konsolidasi menjaga persatuan NKRI, dan khususnya soliditas umat Islam dalam menghadapi potensi ancaman termasuk isu bangkitnya komunisme. Acara diakhiri dengan nonton bareng film G30S/PKI pada malam harinya.

Selain ribuan massa, acara juga dihadiri alim ulama, habib, aparat TNI dan Polri. Hadir pula Yusril Ihza Mahendra, Kivlan Zein, Yandri Susanto dan lainnya.

Jazuli mengatakan, rakyat terutama generasi muda Indonesia harus diingatkan mengingat sejarah bangsa. Termasuklah sejarah kelam kekejaman PKI. Tujuannya agar rakyat selalu waspada sehingga sejarah kelam itu tidak terulang kembali.

Bersamaan dengan itu tumbuh kecintaan dan semangat nasionalisme untuk mempertahankan dan mengokohkan Pancasila dan NKRI yang kita cintai bersama," paparnya.

Jazuli mengatakan, semangat ini juga menunjukkan bahwa ulama dan umat Islam cinta tanah air, NKRI, dan persatuan. Karena itu, setiap anasir yang ingin memecah belah bangsa ini pasti akan mendapatkan perlawanan umat Islam.

Dia menegaskan, umat bersama seluruh rakyat Indonesia menyambut baik imbauan dan ajakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk nonton bareng film G30S/PKI. "Mari kita kokohkan persatuan. Jalin silaturahmi dengan sesama komponen bangsa termasuk dengan pemerintah dan aparat TNI/Polri. Jangan mau diadu domba," pungkasnya.

Acara istighosah dan nonton bareng film pengkhianatan G30S/PKI yang diselenggarakan di Alun-alun Barat, Kota Serang, Banten berlangsung semarak.

Acara yang dimulai pada pukul 13.00 WIB, Minggu (24/9) tersebut diawali oleh penbacaan ayat suci Alquran hingga 30 juz yang dilakukan oleh para santri dari sejumlah pondok pesantren yang ada di Banten.

Acara yang diselenggarakan oleh Forum Persaudaraan Umat Islam Banten ini juga bekerja sama dengan Kodam setempat, FPI Banten dan MER-C.(swamedium/boy/jpnn/bh/sya)


 
Berita Terkait Ulama
 
HNW: Bangsa Indonesia Banyak 'Berhutang' Pada Para Ulama
 
Pernyataan Ma'ruf Amin Soal Wafatnya Ulama Dikecam, Jubir Klarifikasi: Itu Kutipan Hadis
 
Indonesia Darurat Perlindungan Tokoh Agama
 
Syekh Ali Jaber: Saya Tidak Terima Kalau Pelaku Penusukan Dianggap Gila, Dia Sangat Terlatih
 
Menko Polhukam Mahfud MD: Penikam Syekh Ali Jaber Harus Dibongkar Jaringan di Belakangnya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]