Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
DPR RI
Ketua DPR: UN 2013 Salah Satu Catatan Terburuk
Tuesday 14 May 2013 09:48:52

Ketua DPR RI, Marzuki Ali.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua DPR Marzuki Alie menyesalkan atas karut marutnya Ujian Nasional (UN) 2013. Ia menilai UN tahun ini merupakan salah satu catatan buruk dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

“UN 2013 merupakan salah satu catatan buruk. Dewan menyesalkan pelaksanaan UN tingkat SMA dan sederajat yang tidak dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah, sehingga berpotensi melahirkan ketidakadilan dan dampak psikologis peserta ujian,” sesal Marzuki dalam Pidato Pembukaan Masa Persidangan IV, di Gedung Nusantara II, Senin (13/5).

Berdasarkan hasil rapat kerja antara Komisi X dengan Kementerian dan Kebudayaan (Kemdikbud), disepakati agar hasil UN SMA dan sederajat tahun 2013 yang sedianya dijadikan syarat kelulusan dan persyaratan masuk perguruan tinggi, perlu dikaji mendalam. DPR juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan UN 2013.

“Dewan mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dan segera mengambil langkah tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab. Selain itu, Kemdikbud agar menyelesaikan investigasi proses pelaksanaan pengadaan naskah dan menyerahkan hasil investigasi kepada Komisi X,” tambah Marzuki.

Kurikulum 2013 Dilaksanakan Juli

Terkait dengan Kurikulum 2013, Marzuki menyatakan bahwa Kurikulum 2013 akan dilaksanakan pada bulan Juli esok secara terbatas dan bertahap. Untuk jenjang Sekolah Dasar, target awal yang semula 30% diturunkan menjadi 5%, tingkat Sekolah Menengah Pertama menjadi 7% dan 100% untuk Sekolah Menengah Atas dan / atau Sekolah Menengah Kejuruan.

“Meskipun mendapat banyak kritikan, Kurikulum 2013 akan dilaksanakan pada bulan Juli. Untuk itu, pimpinan dewan mendorong Komisi X memperkuat pengawasan pelaksanan Kurikulum 2013,” tambah Marzuki.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi X Reni Marlinawati menyatakan bahwa Komisi X belum mengambil keputusan apapun terkait dengan Kurikul 2013. Bahkan ia menegaskan bahwa kebijakan ini belum resmi.

“Terkait dengan Kurikulum 2013, sampai saat ini Komisi X belum mengambil keputusan apapun terkait kurikulum maupun pelaksanaan, apalagi anggarannya. Kemudian, jumlah seperti yang disampaikan pimpinan tadi, hingga saat ini belum ada ketetapan pasti. Informasi yang saya terima secara informal, untuk SD sebesar 3%, SMP 5%, dan 7% untuk SMA dan SMK,” tegas Marlina.(sf/dpr/bhc/opn)


 
Berita Terkait DPR RI
 
DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat
 
Polisi Tetapkan Pengguna dan Pembuat Plat DPR RI Palsu Jadi Tersangka
 
Putusan MKMK Bisa Jadi Amunisi Politik Bagi DPR RI Memakzulkan Presiden Jokowi
 
Seluruh Fraksi DPR, DPD dan Pemerintah Setuju RUU 5 Provinsi Dibawa ke Rapat Paripurna
 
Ini Kisah 'Falun Gong' yang Hadir dalam Rapat Paripurna DPR-RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]