Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Ketika Prabowo Ikut Panas-panasan dan Joget Bersama Ribuan Warga Purbalingga
2019-02-15 08:51:49

PURBALINGGA, Berita HUKUM - Calon Presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto melakukan aksi simpatik saat bersilahturahmi dengan ribuan masyarakat Jawa Tengah yang di gelar di lapangan Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Rabu (13/2).

Aksi simpatik itu ia lakukan saat Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu tengah asik berpidato diatas panggung yang teduh. Ia melihat ribuan massa yang berada di tengah lapangan tersengat panasnya sinar matahari sembari mendengarkan pidatonya.

Tak tinggal diam, Prabowo pun menegaskan bahwa ia tidak tega melihat rakyatnya rela berpanas-panasan sedangkan dirinya berada di tenda yang teduh. Akhirnya ia pun memilih untuk turun dari atas panggung dan ikut berpanas-panasan dengan ribuan masyarakat Purbalingga.

"Kalo rakyat saya panas saya juga panas, kalo rakyat saya susah saya juga harus merasakan kesusahan mereka. Kalau saya membela rakyat saya itu salah atau tidak?, saya akan hadir bersama ditengah-tengah rakyat saya yang kesulitan," ungkap Prabowo yang langsung disambut takbir dan gemuruh sorak sorai dari ribuan masyarakat yang berada di lokasi sembari turun dari panggung.

Prabowo menjelaskan, bahwa dirinya bersama dengan Sandiaga Salahuddin Uno akan berjuang untuk mengembalikan kedaulatan bangsa dan negara Indonesia. Sebab, dirinya telah disumpah saat ia masuk di dinas kemiliteran untuk selalu berjuang membela dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bahkan nyawa menjadi taruhannya.

"Sabdo pandito ratu, itu ajaran nenek moyang saya. "Ucapan seorang pemimpin harus dia penuhi, harus dia pegang, kalau tidak penuhi ucapannya dia adalah orang yang hina, dia orang yang tidak perlu dihormati saudara-saudara, dan bagi kami kehormatan adalah segalanya," ungkap Prabowo.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu juga kembali menghimbau kepada ribuan masyarakat Jawa Tengah bahwa pada saat Pemilu 2019 yang digelar pada tanggal 17 April mendatang rakyat harus berbondong-bondong ke tempat Pemungutan suara (TPS) untuk memilih pemimpin yang bisa berjuang dan membela kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

"Jangan lupa 17 April kalian pagi-pagi ke tps harus nyoblos, jangan kalian takut, kemudian sesudah itu jangan pulang, tunggu sampai penghitungan selesai, kawal hasil penghitungan surat suara. Kita harus memegang kedaulatan bangsa ini," imbuhnya.

"Mulai tanggal 17 april kita rebut kembali kedaulatan ekonomi kita, kita rebut kembali kejayaan bangsa Indonesia, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang terhormat, bangsa yang rakyatnya sejahtera, bangsa yang rakyatnya senyum karena berdiri diatas kakinya sendiri dan tidak menjadi orang yang minta minta, tidak menjadi orang yang putus semangat," tegasnya.

Usai memberikan pidatonya dibawah terik matahari bersama ribuan masyarakat Jawa Tengah, Prabowo pun langsung berjoget bersama saat penyelenggara acara memutarkan musik berjudul "Salam Dua Jari". Tak tanggung-tanggung, ia pun berjoget sembari digendong dan berkeliling ditengah ribuan masyarakat yang berjoget menikmati musik.(ps/bh/sya)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]