Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Tsunami
Kerugian Material Akibat Tsunami di Kawasan Tanjung Lesung Berkisar Rp150 Milliar
2018-12-24 23:09:50

Tampak Setyono Djuandi sebagai Darmono Direktur Utama PT. Jababeka, Tbk saat jumpa pers di menara Batavia, Jakarta pada, Senin (24/12).(Foto: BH /aida)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengembang dan pengelola kawasan wisata Tanjung Lesung PT. Jababeka, Tbk yang menjadi salah satu lokasi kawasan yang terdampak akibat bencana tsunami selat Sunda yang terjadi pada, Sabtu malam 22 Desember 2018 lalu, menyebabkan setidaknya kerugian material akibat tsunami yang melanda kawasan wisata Tanjung Lesung diperkirakan mencapai Rp150 miliar.

Direktur Utama PT. Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono mengatakan bahwa, "setidaknya kerugian material akibat tsunami yang melanda kawasan Tanjung Lesung diperkirakan mencapai Rp150 miliar," ujarnya, kepada para wartawan di Jakarta, Senin (24/12).

Pihaknya juga membuka posko bantuan dan melakukan pertolongan pertama pasca tsunami yang terjadi di Pantai Barat Banten sejak pada Sabtu malam (22/12) lalu. Ia menghimbau secara langsung kepada seluruh direksi untuk membatalkan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru 2019. Pihaknya telah mengkoordinir semua unit usaha untuk membantu memberikan pertolongan pertama di Tenjung Lesung dan sekitarnya.

"Kami akan terus mendistribusikan bantuan berupa makanan dan obat-obatan, serta bekerjasama dengan unit-unit usaha kami. Dan kami juga membentuk posko bantuan di Jakarta, yakni di menara Batavia," ungkap Darmono.

Sementara itu, kerusakan yang ditimbulkan akibat dari tsunami mengakibatkan 30 Persen bangunan di Tanjung Lesung mengalami kerusakan yang cukup parah.

"30 Persen kurang lebih rusak, 70 persen tinggal dibersihkan dan bisa diperbaiki. Tapi, itu baru pandangan mata, belum dihitung secara detail," jelas Darmono, saat di menara Batavia Jakarta.

"Itu diperkirakan kerugaian yang terjadi saat ini di Tanjung Lesung, untuk bangunan dan peralatan-peralatan, serta santunan ke keluarga karyawan," terangnya.

Meski begitu, kata Darmono, kerugian tersebut tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap keuangan dari perusahaan.

"Jababeka sebagai pengembang, tidak cari uang dari operasional hotel. Hotel ini sebagai alat promosi, hotel harus bagus dan nyaman, enggak harus untung. Secara keuangan, tidak akan mengurangi keuntungan Jababeka," imbuhnya.

Terkait pemulihan kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut, Darmono menjelaskan, butuh waktu sekitar enam bulan. Waktu tersebut digunakan untuk merapikan sekaligus membangun ulang 30 persen gedung bangunan yang terdampak akibat hantaman tsunami.

"Mungkin, kalau semua rapi betul, dibangun ulang perlu waktu enam bulan. Tapi, kami terus bangun pelan-pelan. Proses pemulihan harus dilakukan secepatnya, agar tidak hilang minat orang untuk kesana. Serta, agar gairah investornya tidak menurun," tandasnya.(bh/aida)

Share : |

 
Berita Terkait Tsunami
Kerugian Material Akibat Tsunami di Kawasan Tanjung Lesung Berkisar Rp150 Milliar
Tim SAR Gabungan Terus Menemukan Korban Tsunami Selat Sunda, 373 Meninggal Dunia dan 128 Hilang
Evakuasi Korban Tsunami Terus Dilanjutkan: 281 Meninggal, 1.016 Luka-Luka Dan 57 Hilang
Tim Evakuasi TNI Sudah Diterjunkan di Lokasi Tsunami Selat Sunda
Ikut Berduka, Sandiaga Uno Terjunkan Tim Bantuan ke Lokasi Terdampak Tsunami
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
97 Penipuan Berkedok KPK, Masyarakat Diminta Waspada
Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
Menhan: Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden
Status Anak Perusahaan BUMN: Adalah BUMN
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Baleg DPR Harapkan Keseriusan Pemerintah Bahas Undang-undang
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Sambangi MK, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Bawa Bukti yang Menghebohkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]