Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Napi Kabur
Kepala Rutan Sempaja Samarinda Bantah Ada Napi yang Kabur
Monday 01 Oct 2012 16:02:44

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kls II Sempaja Samarinda (Foto: BeritaHUKUM.com/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kls II A Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (1/10) siang nyaris kebobolan. Seorang Narapida dalam binaannya nyaris kabur melalui atap rumah ibadah di rutan tersebut, tetapi aksinya itu diketahui lebih dahulu oleh penjaga rutan, hingga akhirnya ia babak belur di hajar karena hendak kabur dari Rutan tersebut.

Sumber yang di peroleh BeritaHUKUM.com, sekitar pukul 12.00 Wita, saat dilakukan pemeriksaan Tahanan, narapidana yang bernama Rahmat, terpidana kasus pemerkosaan yang divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Samarinda selama 3 tahun penjara yang menghuni Blok Jupiter 2,4, dinyatakan tidak ada atau kabur.

Setelah beberapa lama dilakukan pencarian, diketahui terpidana Rahman (30) kabur melalui atap rumah ibadah yang berada didalam rumah tahanan negara yang terletak di jl. KH. Wahid Hasim No.36 sempaja Samarinda.

Sumber juga mengatakan, "terpidana Rahmat, penghuni blok Jupiter 24 kabur dengan cara membobol atap gereja dalam rutan, namun sebelum sempat melarikan diri dengan jalan melompat melewati pagar rutan yang ada di belakang, ia terlebih dulu di tangkap. Dia kabur dengan menjebol atap gereja. Tetapi, aksinya itu berakhir sebelum ia akan melompati pagar tersebut", sebut sumber.

Walau kepala Rutan Sempaja samarinda membantah adanya tahanan nyaris kabur, namun isu narapidana atau tahanan nyaris kabur merebak pada para pengunjung di Pengadilan Negeri Samarinda yang sedang menunggu keluarganya sidang.

Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II A Sempaja Samarinda M. Ihsan ketika di konfirmasi BeritaHUKUM, pada Senin (01/10) siang melalui via telepon selulernya mengatakan bahwa, "tahanan tidak ada yang kabur, itu semua tidak benar. selama saya bertugas sebagai kepala rutan, tahanan tidak ada yang kabur", jelas Ihsan.(bhc/gaj)


 
Berita Terkait Napi Kabur
 
• Kakanwil dan Kadiv PAS Banten Dicopot terkait Napi Kabur
 
• Kaburnya Napi WNA China dari Lapas Tangerang Banyak Kejanggalan, Perlu Diinvestigasi Mendalam
 
• Napi WNA Cina Bandar Narkoba Kabur dari Lapas Kelas I Tangerang
 
• Kaburnya Napi Rutan Sialang Sudah Direncanakan, Menkumham: Daripada Ditangkap, Segera Menyerahkan Diri
 
• Saat akan Jalani Sidang Tuntutan, Tahanan Wanita Hamil 6 Bulan Kabur dari PN Samarinda
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]