Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kecelakaan Kapal Laut
Kemlu Informasikan Pencarian 15 ABK Shans 101 Terus Dilakukan
Tuesday 05 Feb 2013 02:40:14

Direktur Informasi dan Media Kemlu, Drs P.L.E. Priatna M.A.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), mengharapkan agar tujuh orang ABK asal Indonesia yang hingga kini belum belum jelas keberadaannya, bisa segera ditemukan. Pemerintah Rusia hingga berita ini diturunkan, masih terus melakukan pencarian namun dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca yang tidak bersahabat, sehingga pencarian para korban dihentikan sementara, untuk kemudian bergerak kembali setelah cuaca memungkinkan.

“Dengan segala kerendahan, semoga 7 orang ABK tersebut ditemukan, tidak ada orang yang menginginkan kehilangan orang di lautan begitu lama,” kata Direktur Informasi dan Media Kemlu, E Priatna kepada Pewarta BeritaHUKUM.com, Senin (4/2).

Kapal Shans 101 yang karam di Laut Jepang (Laut Timur), pada malam pada tanggal 26 Januari, menewaskan 1 orang Nakhoda kapal tersebut. “Satu orang Nakhoda warga negara Rusia, meninggal dunia pada kejadian itu,” ujar E Priatna.

Dari total 30 orang yang ada di Kapal Shans 101, 14 orang berhasil diselamatkan, 1 orang meninggal dan 15 orang belum ditemukan. 19 orang berkebangsaan Rusia dan 11 orang Indonesia.

“Pihak Rusia mengatakan akan terus mencari. Kendalanya adalah cuaca buruk. Jika cuaca cukup layak, pencarian kembali dilakukan. InsyaAllah semoga bisa ditemukanlah,” tutur E Priatna. (bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kecelakaan Kapal Laut
 
• Tabrak Batang Kayu, Speedboat Nur Shinta Tenggelam di Perairan Ujo Bilang Sungai Mahakam
 
• Tragedi di Danau Victoria, Setidaknya 200 Orang Meninggal Dunia
 
• Implikasi Hukum Penerapan Scientific Marine Accident Investigation
 
• KM Sinar Bangun Tenggelam karena Human Error
 
• Musibah KM Lestari Maju Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]