Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Kemenkominfo
Kemkominfo Luncurkan Buku Hidup Cuma Sekali
Saturday 09 Mar 2013 20:25:09

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Freddy H Tulung.(Foto: Ist)
BANDUNG, Berita HUKUM - Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan buku Hidup Cuma Sekali, yang ditujukan untuk menyebarkan informasi tentang bahaya pornografi, perdagangan orang, narkoba, dan HIV/AIDS, kepada para pelajar, mahasiswa, dan generasi muda umunya.

“Buku tersebut mengangkat berbagai macam dampak negatif akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Freddy H Tulung pada acara diskusi publik Penyiapan Generasi Muda Menghadapi Tantangan di Era Globalisasi dan Peluncuran Buku Hidup Cuma Sekali di Bandung, Sabtu (9/3).

Menurutnya, buku yang disusun oleh Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi tersebut, menceritakan tentang penggunaan narkoba dan bagaimana penyebarannya di Indonesia. Terjadi peningkatan setiap tahun rata-rata sekitar 2,2 persen tingkat nasional.

Di Jawa Barat yang penduduknya diperkirakan terbesar di antara provinsi lain, peningkatannya mencapai 2,5 persen atau di atas rata-rata nasional.

Dampak lainnya, anak-anak dan ibu-ibu yang tidak tahu persoalan, bisa terjelembab tertular HIV/AIDS. Penyakit ini bisa menular karena dampak penggunaan narkoba. Tetapi, bisa juga terjadi karena akibat penggunaan lainnya.

“Buku ini sengaja dipersiapkan dengan menggunakan bahasa remaja untuk memberikan pengetahuan,” jelas Freddy.

Melalui buku tersebut, diharapkan menjadi modal pengetahuan bagi pelajar, mahasiswa, dan generasi muda lainnya untuk tidak terjebak pada hal-hal yang negatif sebagai dampak teknologi dan informasi (TIK).

Freddy berpesan para remaja yang membaca buku ini agar sadar dalam hidup selalu ada ketidakpastian. Bisa saja cita-cita kandas di tengah jalan secara tiba-tiba. Dalam menghadapi ketidakpastian tersebut, ilmu pengetahuan menghadapi tantangan dan jebakan hidup lebih berharga ketimbang harta dan benda.

Jika berhasil mengatasi kendala dalam kehidupan, lanjutnya, maka orang lain pasti menghargai dan bangga akan keberadaan para remaja. "Mengapa? Karena tidak menyusahkan, bukan masalah, bukan problem,maupun beban bagi keluarga dan orang lain," pungkasnya.(dry/ipb/bhc/rby)


 
Berita Terkait Kemenkominfo
 
Kata Meutya Hafid soal Pencopotan Prabu Revolusi dari Komdigi
 
Johnny G Plate Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi BTS BAKTI Kemenkominfo
 
DPR Dorong Kemenkominfo agar Internet Dapat Membantu Perekonomian Masyarakat Pedesaan
 
Kemenkominfo Diminta Perhatikan Keberadaan ORARI
 
Kemenkominfo Lakukan Pemutusan Akses Aplikasi Pesan Chat Telegram
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]