Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Kemensos
Kemensos Siapkan Pabrik Anggaran Rp20 Miliar untuk Penyandang Disabilitas dan Membagikan ABD
Friday 03 Jul 2015 04:15:16

Tampak Mensos Khofifah saat membagikan langsung Alat Bantu Dengar (ABD) Pada 4 Perwakilan Tuna Rungu di Bumi Pospera, Jakarta Timur, Kamis (2/7).(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sebelumnya, seperti yang pernah dipaparkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yang menjanjikan akan Pabrik yang dari Manajerial hingga Operasional dikelola oleh para tuna rungu, lalu kini melalui Menteri Sosial (Mensos) yang diminta mempersiapkan pabrik tersebut dengan anggaran Rp20 milyar, guna direalisasikan rencana tersebut.

Untuk merealisasikan pabrik itu, Menteri Sosial langsung membuat gebrakan baru sebagai bukti keberpihakan pada kaum Disabilitas. Dan tak tanggung juga, pihak Kementerian Sosial dengan Mensos Khofifah Indar Parawansa sendiri yang membagikan 1.000 unit Alat Bantu Dengar (ABD) kepada 1.000 orang tuna runggu dari usia anak-anak hingga dewasa. Yang lebih seru lagi, pembagian alat bantu dengar itu bukan dilakukan simbolis, tapi dibagikan langsung pada 1.000 Tuna rungu yang sekaligus pada acara 'Buka Puasa Bersama' dengan para tuna rungu tersebut.

"Beberapa hari yang lalu pospera diterima audensi oleh presiden Jokowi, yang isi pesannya supaya tuna runggu yang ada didalam koordinasi Pospera disiapkan sebuah usaha," ujar Khofifah Indar Parawansa selaku Menteri Sosial, menyampaikan melalui kata sambutannya di BUMI POSPERA, Jl Basuki Rahmat No. 2 Cipinang Muara, Jakarta Timur pada, Kamis (2/7).

Dua hal yang diusulkan, lanjutnya, yang pertama usaha Garment yang kedua usaha Biji Plastik, dan hal ini juga sudah dikoordinasi dengan Menteri Tenaga Kerja dan dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian.

"Sebelum nanti pabrik itu didirikan, maka pak menteri tenaga kerja minta dari saudara-saudara yang tuna rungu ini akan diuji kompetensinya siapa yang punya bakat di komputer, siapa yang punya bakat di management, siapa yang punya bakat di model untuk dapat diposisikkan pada bagiannya masing-masing," jelas Mensos Khofifah.

Menurutnya, rencana ini juga harus disiapkan secara matang supaya kemampuan manajemen dari saudara tuna runggu ini betul-betul disiapkan, jadi perhatian presiden Jokowi pada saudara-saudara tuna runggu yang dikomandanin Pospera ini luar biasa, dan berharap nantinya, mudah-mudahan ini bisa teruji dan mendapatkan apresiasi lebih baik lagi.(bh/bar)


 
Berita Terkait Kemensos
 
HNW Menyayangkan Melemahnya Program Perlindungan Sosial Pemerintah di Tahun 2023
 
HNW Kritisi Penghapusan Ditjen Penanganan Fakir Miskin
 
Tugas Utama Berantas Kemiskinan, Bukan Hapus Ditjen Fakir-Miskin di Kemensos
 
Kejadian Lagi di Lombok, Risma Marah-marah dan Adu Mulut dengan Warga yang Menuntut Bansos
 
Soroti Kinerja Kemensos, Bukhori: Negara Mesti Hadir Melindungi Anak Yatim
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]