Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kemenkumham
Kemenkumham Perketat dan Batasi Fasilitas Koruptor
Monday 31 Oct 2011 19:09:44

Unjuk rasa pemberantasan korupsi (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) takkan menghilangkan pemberian pengurangan masa pemidanaan (remisi) bagi koruptor, melainkan hanya akan memperketat dan membatasi fasilitas bagi terpidana kasus korupsi. Nantinya, remisi itu takkan sembarangan diterima terpidana kasus korupsi.

Demikian penegasan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Senin (31/10). Memperketat proses remisi dan pembebasan bersyarat, jelas dia, kalau terpidana kasus korupsi itu mampu menjadi whistle blower atau justice collaborator yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Remisi untuk koruptor itu tidak dihilangkan, tapi prosesnya akan diperketat. Contohnya pembebasan bersyarat terhadap Agus Condro, karena dirinya telah berani menjadi whistle blower. Terpidana seperti dia inilah yang akan menerima fasilitas, seperti remisi dan pembebasan bersyarat," jelas Denny.

Denny mendatangi gedung KPK bersama Menkumham Amir Syamsuddin. Kedatanganya ini untuk keperluan membahas beberapa program, satu di antaranya revisi UU Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Hal ini terkait dengan efektivitas persidangan perkara korupsi di Pengadilan Tipikor di daerah-daerah.

Terkait dengan masalah ini, Ketua KPK Busyro Mukodas mengatakan, pihaknya bersama dua petinggi Kemenkumham ini juga membahas mengenai hal-hal pokok seperti hasil kajian litbang KPK di lingkungan Ditjen Imigrasi, Lapas, maupun Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Menteri serta wakilnya.

“KPK juga memberikan masukan kepada Menkumham dan Wamenkumham untuk menindaklanjuti temuan yang berkaitan dengan kinerja jajaran kemterian itu. Kami harapkan dapat dilaksanakan unuk memperbaiki dan peningkatan kinerja intansi tersebut,” jelas dia.(mic/spr)


 
Berita Terkait Kemenkumham
 
• Menkum HAM RI Dr. Andi Agtas Silaturahmi di Kota Palu, Hadir Advokat Rakyat Agus Salim
 
• Menkumham Yasonna Laoly Tekankan Pentingnya Literasi Keagamaan Lintas Budaya
 
• Indonesia dan Belanda Kerjasama Perangi Kejahatan Transnasional
 
• Ditjen Imigrasi Kemenkumham Perketat Sistem Penerbitan Paspor demi Cegah TPPO dan Calon PMI Non-prosedural
 
• Legislator Pertanyakan Penunjukan Dirut PT Krakatau Steel Jadi Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]