Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
SUN
Kemenkeu akan Terbitkan SUN Berdenominasi Dolar
Friday 21 Sep 2012 16:53:32

Pjs Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintah akan menerbitkan surat utang negara (SUN) dalam bentuk valuta asing untuk pasar domestik. Instrumen ini berbeda dengan obligasi global.

"SUN dalam valas akan mulai dijual di domestik tahun 2013", ujar Pjs Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, Jumat (21/9).

Adapun tujuan pemerintah menerbitkan SUN berdenominasi valas ini untuk menambah pembiayaan APBN 2013, serta menggaet investor domestik yang memegang dolar AS.

"Supaya kalau ada di domestik, investor yang kelebihan likuiditas dolar bisa. Dan ada organisasi yang kebutuhannya dalam valas untuk menghilangkan risiko kurs, akan membantu", tuturnya.

Ia menyatakan, pihaknya akan melakukan kajian lebih dalam dengan rencana penerbitan SUN denominasi dolar AS tersebut, setelah DPR merestui APBN 2013, serta mengagendakan jadwal penerbitannya.

"Setelah mengesahkan APBN 2013, kami akan melakukan kajian analisa berdasarkan risk di pasar. Akan dibagi berapa yang rupiah dan dolar", ujarnya.

Dalam RAPBN 2013, pemerintah menargetkan penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp177,3 triliun dalam bentuk instrumen SBN domestik dan valas.(hid/ilh/bhc/opn)


 
Berita Terkait SUN
 
• Rizal Ramli Deja Vu, Khawatir Jokowi Nyungsep Dirayu Sri Mulyani
 
• Pemerintah Indonesia Serap Rp14 Triliun dari Lelang Surat Utang Negara
 
• Pemerintah Jual Surat Utang dalam Valuta Asing 1 Miliar Dollar
 
• Pemerintah Lelang SUN Rp 7 Triliun
 
• Lelang 5 SUN, Pemerintah Tawarkan Kupon 3,95%-6,28%
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]