Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kecelakaan Pesawat
Keluarga Korban Pesawat MH370 Menggugat di Beijing
2016-03-08 06:43:21

Pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang pada tanggal 8 Maret 2014 lalu. Keluarga korban MH370 mengajukan gugatan di Mahkamah Transportasi di Beijing.(Foto: Istimewa)
BEIJING, Berita HUKUM - Dua belas keluarga korban warga Cina dalam pesawat Malaysia Airlines MH370 mengajukan gugatan ganti rugi di Beijing, sehari menjelang batas waktu pengajuan gugatan hukum.

Mereka mengatakan ingin mereka sebenarnya bukan hanya ingin mendapat ganti rugi namun membantu pengadilan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi atas keluarga mereka dan pihak yang bertanggung jawab.

Penerbangan MH370 hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014, dengan 239 penumpang serta awaknya dan sampai sekarang masih belum ditemukan.

Istri korban MH370 minta ganti rugi Rp10,2 miliar

Besar kemungkinan' puing di Mozambik dari Boeing 777

Pencarian MH370 di Pulau Reunion digalakkan

Berdasarkan kesepakatan internasional, maka keluarga korban memiliki waktu dua tahun setelah kecelakaan udara untuk mengajukan gugatan hukum.

Peringatan dua tahun hilangnya pesawat Malaysia Airlines tersebut akan berlangsung Selasa (8/3).

Sementara 32 keluarga korban lain -yang sebagian besar warga Cina- mengajukan gugatan terpisah di Malaysia. Seluruhnya terdapat 153 warga Cina yang berada di dalam pesawat yang naas tersebut.

Hingga saat ini pencarian atas puing-puing pesawat jenis Boeing 777 masih dilakukan dan nasib pesawat serta penumpang di dalamnya tetap menjadi misteri terbesar dalam dunia penerbangan modern.

Awal Maret, ditemukan puing di Mozambik yang berasal dari Boeing 777 dan Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong La, berpedapat 'besar kemungkinan' puing berasal dari pesawat MH370 yang hilang.

Bulan Agustus tahun lalu, pihak berwenang juga menemukan bagian sayap pesawat milik MH370 di pantai pulau Reunion di Samudra Hindia.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Kecelakaan Pesawat
 
• Pesawat Susi Air Hilang Kontak di Timika, 7 Penumpang Semuanya Ditemukan Selamat
 
• Dihimbau, Bagi Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182 Agar Hati-hati Tandatangani Surat Pelepasan Asuransi
 
• Susanti Agustina: Pengacara Keluarga Korban Pesawat Jatuh
 
• FDR Black Box Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan, Panglima TNI: Lokasi Penemuan Sesuai Perkiraan
 
• Komisi V Segera Panggil Menhub Pasca Jatuhnya Sriwijaya SJ-182
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]