Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
KontraS
Keluarga Korban Lapas Cebongan Berkumpul di KontraS
Friday 12 Apr 2013 23:17:32

Keluarga Korban Lapas Cebongan saat Berkumpul di KontraS.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Keluarga korban penembakan kasus Lapas Cebongan mendatangi KontraS di Jakarta Pusat Jumat (12/4). Kehadiran keluarga korban telah diterima Yati Andriyani, Kadiv Advokasi Hukum dan HAM KontraS.

Keluarga korban dan KontraS telah melakukan pertemuan dengan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Hukum dan HAM, Albert Hasibuan, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, Ketua Komisi Nasional Hak Azasi Manusia Siti Noerlela, Komisi III DPR RI, dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Adapun hasil dari pertemuan itu, semua institusi lembaga itu berkomitmen untuk menuntaskan dan mengawal kasus Lapas Cebongan secara tuntas, adil dan transparan.

Pembentukan tim gabungan pencari fakta, Wantimpres masih mempelajari dan melihat prosesnya lebih lanjut.

"Terkait peyelidikan kasus Hugo's Cafe, Kompolnas akan memangil terhadap Div Propam Polda DIY," ujar Yati.

Presiden beserta para pembantunya Kemenkumham, Kemenkopulhukam, dan Wantimpres akan melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap proses kasus Lapas Cebongan untuk mencegah terjadinya Impunitas dan konflik kepentingan dalam kasus ini.

Serta mengajak seluruh komponen masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu tertentu, yang sengaja menggiring kasus ini jauh dari inti permasalahannya.

Dalam pertemuan ini, hadir keluarga korban yaitu Victor Mambait (keluarga Johanes Juan Manbait), Yanni Rohi Riwu (Keluarga dari Gamiel Yermiyanto Rohi Riwu), Jorhans Karja (keluarga Benyamin Sahetapy Engel), Yaohanes Lado (keluarga dari Andrianus Candra Galaja) sembari membawa foto ke 4 korban.(bhc/put)


 
Berita Terkait KontraS
 
Terkait HAM, KontraS: Tantang Kivlan Zen Datang ke Komnas HAM dan Kejagung
 
KontraS: Minta Kejagung Kembali Periksa Prabowo Subianto Terkait Kasus Penculikan Aktifis
 
Buruh Korban Kekerasan Ormas Bekasi Minta Perlindungan KontraS
 
KontraS Undang Nurul Izzah Beri Kuliah Umum SeHAMA
 
Kontras Dukung Langkah KY Awasi Jalannya Persidangan Kasus Cebongan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]