Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Inggris
Kekurangan Jemaat, 110 Gereja di Inggris Ditutup dalam Waktu 10 Tahun
2017-09-27 11:53:03

Gereja St Thomas di Haverfordwest merupakan salah satu dari 11 bangunan gereja yang sudah tidak terpakai.(Foto: Istimewa)
INGGRIS, Berita HUKUM - Sebuah laporan menyebutkan, lebih dari 10 gereja ditutup di Wales setiap tahunnya.

Data yang diperoleh dari organisasi Church in Wales menunjukkan 115 gereja Anglikan ditutup selama periode 10 tahun, sekitar 8% dari keseluruhan gereja yang ada.

Sejauh ini tinggal 1.319 gereja yang masih digunakan.

Saat ini ada 11 bangunan gereja yang diiklankan untuk dijual di laman organisasi gereja tersebut.

Pihak dari organisasi Church in Wales mengungkapkan penutupan gereja-gereja tersebut adalah 'masalah yang signifikan' dan meski tingkat penjualannya tetap stabil, namun sepertinya lamban.

Kepala bagian properti, Alex Glanville, mengatakan mereka memutuskan untuk mengambil pendekatan regional terhadap permasalahan gereja-gereja itu, dan tidak membiarkan setiap gereja untuk memecahkan maslahnya masing-masing.

"Kami mengelompokkan paroki dan jemaat, sekitar 10-15 gereja di suatu daerah, dan mempertimbangkan mana yang bisa dipertahankan.

"Jadi kurang lebih ini merupakan suatu strategi - mana yang bisa berkesinambungan dan di mana tempat terbaik untuk melakukannya?"

Lembaga National Churches Trust mengatakan tingkat penutupan gereja-gereja di Wales relatif lebih tinggi daripada di Inggris, dengan rasio perbandingan penduduk, dengan sekitar 20 gereja yang ditutup setiap tahunnya.

Glanville mengatakan salah satu masalah di Wales adalah, terlalu banyak bangunan gereja di kawasan yang sedikit penduduknya, selain yang letaknya di "tempat-tempat terpencil" serta penurunan jumlah jemaat yang beribadat di gereja.

Sensus terbaru mencatat Wales sebagai negeri dengan jumlah tertinggi orang yang tidak beragama di Inggris Raya.

"Bukan berarti gereja harus ditutup jika jumlah jemaatnya sedikit. Orang-orang yang inovatif bisa memikirkan banyak cara untuk membuat gereja tampil dengan fungsi yang berbeda di masyarakat," tambahnya.

Gereja AnglikanHak atas fotoALAMY
Image captionGereja St Thomas di Haverfordwest merupakan salah satu dari 11 bangunan gereja yang sudah tidak terpakai.

Baru-baru ini lembaga Trust Gereja National melakukan survei terhadap berbagai gereja di Wales. Mereka menemukan masalah terbesar yang dihadapi mereka adalah penurunan jumlah jemaat dan kesulitan menarik para jemaat baru.

Mereka menyimpulkan, untuk menarik lebih banyak orang beribadah di gereja, penyediaan fasilitas baru sebagai kunci untuk membantu mereka tetap terbuka.<

Eddie Tulasiewicz, yang mengepalai bagian komunikasi di lembaga Trust ini mengatakan, dirinya yakin setiap minggunya ada kapel yang ditutup, namun sulit untuk memperkirakannya dengan tepat karena beragamnya aliran.

Dia mengatakan masa depan bangunan-bangunan gereja yang terancam ditutup tergantung pada berbagai faktor, termasuk lokasi dan jumlah penduduk, namun dia mengakui 'sejumlah bangunan gereja' memang tidak memiliki masa depan.

"Apa yang dibangun pada abad ke-19 untuk menampung 6.000 hingga 10.000 orang menyusut menjadi 2.000 atau 3.000 orang dan tidak ada lagi orang-orang yang beribadah di sana.

"Yang bisa dipikirkan adalah apa yang bisa dilakukan dengan bangunan-bangunan ini di luar tujuan agama. Bangunan-bangunan itu isa digunakan untuk pertemuan dan konser musik.

"Kemungkinan lainnya adalah tujuan sejarah dan pariwisata. Banyak gereja dan kapel yang begitu indah dan orang-orang akan sangat senang mengunjunginya."

Lembaga National Churches Trust adalah salah satu badan yang memberikan hibah untuk membantu proyek renovasi, menyumbang dana senilai 500.000 Poundsterling atau Rp9 miliar di Wales selama lima tahun terakhir.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Inggris
 
Rishi Sunak: Siapa Dia dan Mengapa Dia Mau Menjadi Perdana Menteri Inggris Sekarang?
 
Skandal Pesta dan Pelecehan Seksual di Balik Mundurnya PM Inggris Boris Johnson
 
Brexit: Inggris Akhirnya Resmi Meninggalkan Uni Eropa
 
Pemilu Inggris: Bagaimana Boris Johnson Meraih Kemenangan Terbesar dalam 3 Dekade
 
Boris Johnson Menjadi PM Inggris dengan Dukungan Suara Kurang dari 0,34% Pemilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]