Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Perempuan
Kekerasan Terhadap Perempuan Makin Meningkat
Monday 02 Jan 2012 22:47:06

Aksi WCC saat Demo (Foto:BeritaHUKUM.com/SIN)
JOMBANG (BeritaHUKUM.com) – Meski menyandang sebagai predikat 'kota santri', tingkat angka kekerasan di Kabupaten Jombang selama tahun 2011 mengalami peningkatan. Berdasarkan data Woman Crisis Centre (WCC) Jombang, Jawa Timur, tercatat ada 81 kasus kekerasan.

Demikian dikatakan Direktur Woman Crisis Centre (WCC) Jombang, Palupi Pusporini kepada wartawan di Jombang, Senin ((2/1). Menurutnya, dari 81 laporan yang diadukan ke WCC itu, sebagian besar didominasi kasus kekerasan fisik, psikis, ekonomi dan seksual.

"Yang menjadi keprihatinan tersendiri adalah meningkatnya kasus kekerasan sexual terhadap perempuan. Kekerasan sexual yang terjadi di Jombang berdasarkan data pendampingan WCC Jombang, tercatat dialami oleh korban perempuan yang berusia antara 3 hingga 18 tahun. Perkosaan, pelecehan sekual, dan kekerasan dalam pacaran yang tercatat diatas,” jelas dia.

Menurut dia, masing-masing tiap korban mengalami kekerasan seksual. Kasus kekerasan seksual tersebut, banyak dilakukan orang-orang terdekat korban, baik pacar, paman, teman satu sekolah bahkan orang tua kandung bisa menjadi pelaku. Atas persoalan ini, WCC berharap pelaku kekerasan seksual dihukum berat.

“Kami juga berharap ada kesadaran dari masyarakat untuk tidak meyalahkan korban. Selama ini masih banyak dijumpai tindakan-tindakan masyarakat, bahkan orang terdekat yang selalu menyalahkan korban dan selalu menganggap korban menjadi pemicu hingga terjadinya kasus kekerasan seksual,” imbuh Palupi.

Diungkapkan, selama ini banyak pihak yang menuduh bahwa pelecehan dan kekerasan seksual diakibatkan korban tidak berpakain sopan dan seksi, korban berperilaku genit dan menggoda lelaki. Hal inilah yang selalu ditudingkan kepada korban. Padahal, fakta dilapangan ditemukan bahwa banyak korban yang berpakaian sopan, tapi tetap saja menjadi sasaran aksi kekerasan dan pelecehan seksual.

Berkaca dari hal tersebut, tambahnya, perlu disadari bersama bahwa persoalan yang mendasar adalah persoalan moral yang masih perlu diperbaiki mengingat Jombang adalah kota santri. Tidak tepat, jika angka kasus kekerasan seksual maupun kasus kekerasan terhadap perempuan secara umum masih saja menjadi hal yang belum bisa diminimalisir oleh seluruh elemen masyarakat.

"Perempuan hingga saat ini masih sering mengalami berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan dalam kehidupannya, baik dalam lingkup rumah tangga maupun lingkungan sosialnya. Fakta mengakui bahwa jumlah kasus yang menjadikan perempuan sebagai objek kekerasan dari tahun ke tahun meningkat,” papar dia.

Upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan, harus dimulai dari lingkungan terdekat yakni keluarga dengan menerapkan pola asuh yang partisipatif dan toleransi, sehingga bermula dari langkah itu akan membias dalam kehidupan di masyarakat. "Kekerasan terhadap perempuan merupakan bentuk Pelanggaran HAM," tandasnya.(sin/ans)


 
Berita Terkait Perempuan
 
Susi Pudjiastuti dan Sejumlah Tokoh Perempuan Kritik Keras Pernyataan Mahfud
 
Cerita Penari Perempuan 106 Tahun Menolak Disebut 'Tua', Masih Rajin Tulis Buku dan Bikin Film, Apa Rahasianya?
 
Kelompok Kerja Desa Damai, Wahid Foundation Gelar Training Akses Perempuan terhadap Keadilan
 
Sulli: Perempuan yang Berani Memberontak terhadap Dunia K-pop
 
Bukan Sekedar Slogan, Kesetaraan Gender Harus Diwujudkan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]