Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
DPO
Kejari Tetapkan Mantan Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sebagai DPO
Thursday 16 May 2013 21:26:22

Selebaran yang berisi foto Mocthar Setyohadi.(Foto: Ist)
BOJONEGORO, Berita HUKUM - Kejaksaan Negeri Bojonegoro menyatakan, Mochtar Setijohadi (44), sebagai buron kasus korupsi. Selain itu, karena tidak mau kehilangan terdakwa perkara korupsi dana perjalanan dinas DPRD Rp 13,2 miliaritu, selebaran berisi foto Mocthar Setyohadi pun disebar ke berbagai tempat strategis.

Beberapa petugas Kejari Bojonegoro, Kamis (16/5) siang mulai menyebar dan menempelkan foto DPO mantan wakil DPRD Bojonegoro dari fraksi PDIP periode 2004-2009. Selebaran itu disebar dan ditempel di beberapa tempat strategis dan mudah dilihat masyarakat, agar yang mengetahui bisa melapor ke Kejari Bojonegoro.

"Kita sudah melaporkan soal status Mochtar sebagai DPO ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, yang akan diteruskan ke Kejaksaan Agung. Dan foto juga sudah mulai kita sebar," kata Kajari Bojonegoro Tugas Utoto.

Kejari Bojonegoro harus segera melaksanakan eksekusi terhadap mantan wakil ketua DPRD Bojonegoro Mochtar Setyohadi dan Maksum Amin. Mochtar ditetapkan sebagai DPO karena sejak panggilan pertama tidak kooperatif. Sedangkan Maksum Amin saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Siloam Surabaya karena sakit komplikasi.

Mochtar Setyo Hadi dan Maksum Amin dinyatakan bersalah sesuai Putusan MA No 481/K/pid.sus/2012 menjatuhkan pidana penjara 6 tahun kepada masing-masing terpidana. Selain itu keduanya diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta menyatakan kedua terdakwa secara sah terbukti melakukan korupsi dana perjalanan dinas tahun 2006-2007 senilai Rp 13,2 miliar. MA juga mewajibkan terpidana membayar uang pengganti Rp 687.900.000 untuk terdakwa Mochtar Setyo Hadi, sedangkan Maksum Amin sebesar Rp 754.050.000.

Dengan ketentuan apabila tidak bisa bisa membayar, maka harta benda terdakwa akan disita atau menjalani pidana 6 bulan kurungan. Kedua mantan Wakil DPRD Bojonegoro periode 2004-2009 ini terbukti melakukan korupsi dana perjalanan dinas DPRD yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro Tahun 2006-2007 senilai Rp 13,2 miliar.

Sebelumnya, seperti dikutip tempo.co, penasihat hukum terpidana Mochtar, atas nama Suwarso dari Surabaya, meminta pihak Kejaksaan menangguhkan eksekusi. Alasannya, pihak terpidana kini tengah mengajukan peninjauan kembali. Penasihat hukum terpidana datang ke kantor Kejaksaan pada Senin (6/5).(dbs/dtk/bhc/opn)


 
Berita Terkait DPO
 
• KPK Bawa 3 Koper Setelah Geledah Rumah Wantimpres Era Jokowi
 
• Tim Tabur Kejaksaan Tangkap DPO Kejati Kaltim, Terpidana Kasus Pertambangan
 
• Terpidana Abednego Buronan Kejari Samarinda, Diamankan Tim AMC Kejagung di Dompu NTB
 
• DPO Wicang Terpidana Kasus Sabu-Sabu di Samarinda Akhirnya Ditangkap
 
• Kejati Kalbar Berhasil Tangkap Buronan Kejari Pontianak
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]