Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Bank BJB
Kejagung Terkesan Dianggap Remeh, Hari Ini 2 Saksi Mangkir
Tuesday 07 May 2013 00:02:45

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Setia Untung Arimuladi.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - 2 Saksi dalam kasus besar yaitu Puspita Eka Putri selaku analis kredit wilayah III Bank Jabar dan Banten (BJB), yang semestinya hadir memenuhi panggilan jaksa penyidik untuk dilakukan pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi BJB, tidak hadir dengan alasan sedang cuti.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Setia Untung Arimuladi mengatakan tetap akan menjadwalkan kembali.

"Ya benar, yang bersangkutan tidak hadir karena cuti dan memohon untuk dilakukan penjadwalan, pemanggilan kembali," kata Untung kepada Wartawan, Senin (6/5) di gedung Kejagung.

Kasus BJB berawal dari pemberian kredit dari BJB ke PT Cipta Inti Permindo (CIP) yang bermasalah hingga dugaan merugikan negara mencapai Rp 55 miliar.

Saksi kedua yang mangkir yaitu Arta Berlian Tambunan yang bekerja sebagai Auditor Internal PT Bank Rakyat Indonesia (PT BRI Persero), dimana Arta harus memenuhi panggilan untuk dilakukan pemeriksaan, terkait dugaan tindak pidana korupsi yang asal muasalnya dari pemberian kredit BRI ke PT First International Gloves (PT FIG).

Sebagaimana diketahui kerugian negara dalam kasus ini tidak main-main, yakni sekitar kurang lebih 19 juta USD.

"Hingga pukul 15:30 WIB yang bersangkutan tidak hadir memenuhi panggilan tim penyidik," pungkas Untung.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kasus Bank BJB
 
• Kasus BJB Seakan Tiada Habisnya, Kejaksaan Panggil 12 Saksi
 
• Kasus T-Tower Bank BJB, Penyidik Kejagung Kembali Periksa Tersangka Triwiyasa
 
• Direktur PT CIP Kembali Diperiksa Terkait Kasus Kredit BJB
 
• Penyidik Kejagung Belum Mampu Hadirkan 2 Saksi Kasus BJB
 
• 5 Bulan Jalani Perawatan, Elda Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]