Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Amerika Serikat
Kedutaan Amerika Serikat di Baghdad Kena Hantam Tiga Roket
2020-01-29 12:08:23

Para pendukung ulama Syiah Irak, Moqtada al-Sadr, membawa poster bergambar Donald Trump.(Foto: REUTERS)
BAGHDAD, Berita HUKUM - Setidaknya tiga roket menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat di ibu kota Irak, Baghdad, pada Minggu (26/1) lalu.

Sebuah roket mengenai kantin kedutaan, sedangkan dua lainnya mendarat tidak jauh dari situ, sebut sebuah sumber kepada kantor berita AFP.

Sejumlah sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa sedikitnya tiga orang cedera.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab, namun pada masa lalu AS menyalahkan milisi sokongan Iran yang bergerak di wilayah Irak.

Perdana Menteri Irak, Adel Abdul Mahdi, mengecam serangan tersebut seraya menyatakan keberlanjutan aksi-aksi semacam itu bisa "menyeret Irak menjadi medan tempur".

Departemen Luar Negeri AS menyatakan: "Kami menyeru kepada pemerintah Irak untuk memenuhi kewajiban dalam melindungi fasilitas diplomatik kami".

Serangan-serangan terkini menargetkan kedutaan atau pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS.

Dalam beberapa bulan terakhir, Irak ikut terseret memburuknya hubungan antara Iran dan AS.

Hal ini meliputi pembunuhan komandan militer Iran, Jenderal Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan drone pada 3 Januari di bandara Baghdad.

Kemudian serangan AS yang menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis, warga Irak yang mengomandani milisi Kataib Hezbollah sokongan Iran.

Ulama Syiah Irak yang berpengaruh, Moqtada al-Sadr, telah menggelar rangkaian demonstrasi anti-Amerika guna menekan AS agar menarik mundur pasukannya dari Irak.

Para pendukung Sadr terlibat dalam rangkaian protes anti-pemerintah Irak, namun kemudian Sadr meminta pendukungnya berfokus memprotes AS setelah pembunuhan Soleimani.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Amerika Serikat
 
Kedutaan Amerika Serikat di Baghdad Kena Hantam Tiga Roket
 
Pemakzulan Trump: DPR AS Teruskan Dakwaan Pemakzulan ke Senat
 
Pembunuhan Massal di AS Capai Rekor Tertinggi pada 2019
 
Pemakzulan Trump: Senat Hampir Pasti Dukung Presiden, Mengapa DPR AS Sepakat Makzulkan Trump?
 
Dua Penembakan Massal di Amerika Serikat Setidaknya 29 Orang Tewas
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap Mantan Wakil Bupati Sarmi Papua Yosina Troce Insyaf
Kronologi Meninggalnya Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair Sempat Minta Mie Instan
MUI Desak Aparat Segera Tangkap Perusak Rumah Ketua PA 212
WALHI: Konyol! Pasal Penjerat Pembakar Hutan Dihapus Jokowi di Omnibus Law
Komisi VIII Komitmen Kawal Pengelolaan Keuangan Haji
Kelangkaan Gula Pasir Diindikasi Akibat Permainan Mafia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
MUI Desak Aparat Segera Tangkap Perusak Rumah Ketua PA 212
Kelangkaan Gula Pasir Diindikasi Akibat Permainan Mafia
Legislator Minta 'Omnibus Law' Jangan Rusak Lingkungan
Dinilai Hancurkan Kehidupan Buruh Indonesia, KSPI Tegas Menolak Draft RUU Omnibus Law
Indonesia Sangat Subur, Impor Harus Dikurangi
Pemerintah Dinilai Tidak Transparan Soal Perumusan Undang-Undang Omnibus Law
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]