Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Budaya
Kebudayaan Akar Dari Sebuah Peradaban
Sunday 30 Jun 2013 15:18:34

Tampak Dalam Gambar Mantan Sopir/Pengawal Pribadi Bung Karno, Mustiman Sedang Memberikan Kesaksian (berbaju kotak) didampingi Penulis Buku Rudi Hartono (berkaos hitam) dan Torben Rando Oroh,Ketua Jaker Kota Depok (berbaju putih) (Foto : BeritaHUKUM.com/rat)
DEPOK, Berita HUKUM – Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker) bekerjasama dengan Padepokan Kendalisodo dan Sanggar Gedek menggelar malam apresiasi budaya dan diskusi untuk memperingati Bulan Bung Karno, Sabtu (29/06) malam.

Menurut Ketua Jaker Depok, Torben Rando Oroh, malam apresiasi budaya ini merupakan kegiatan terakhir dari serangkaian kegiatan yang sudah digelar Jaker Depok sejak 1 Juni lalu hingga sekarang.

“Setidaknya kita membuat empat kegiatan, yakni peringatan Hari Lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni, lalu Hari Lahirnya Bung Karno tanggal 6 Juni, Hari Meninggalnya Bung Karno tanggal 21 Juni, dan penutupan Bulan Bung Karno dengan event budaya,” pria yang akrab di sapa Tora.

Dalam malam budaya itu, sejumlah seniman tampil membawakan karya seninya, seperti membaca puisi, musikalisasi puisi, dan lagu-lagu perjuangan. Sudibyanto, adik penyair WS Rendra, tak ketinggalan membacakan puisi-puisi tentang Bung Karno.

Selain itu, ada penampilan seniman lain seperti Padepokan Kendalisodo dan Sangger Gedek. Mereka membawakan musikalisasi puisi berisi apresiasi terhadap Bung Karno dan perjuangannya.

Tak hanya itu, di sela-sela acara ini juga diisi dengan diskusi buku berjudul “Bung Karno: Nasionalisme, Demokrasi, dan Revolusi” dengan penulis buku, yakni Rudi Hartono. Hadir pula Mustiman, salah seorang mantan sopir sekaligus pengawal pribadi Bung Karno, yang bercerita tentang kisah hidup Bung Karno.

Menurut Rudi Hartono, banyak pemikiran Bung Karno yang sangat relevan untuk menjawab persoalan ekonomi, politik, dan sosial-budaya yang terjadi saat ini. “Saya kira, ini adalah momentum untuk menggali kembali pemikiran Bung Karno. Pemikiran Bung Karno sangat relevan untuk menjawab persoalan kebangsaan hari ini,” ujarnya.
Acara malam budaya ini ditutup dengan musikalisasi puisi berjudul “Kidung Hitam-Putih”, yang melibatkan Titok Hardiman, Dewi Gedek, Sudibyanto, dan anak-anak muda dari padepokan Kendalisodo.

Dalam seksi diskusi mengemuka berbagai masukan dan pandangan yang sangat mencerahkan, baik terkait dengan sosok Bung Karno maupun pemikiran-pemikiranya, dan berbagai hal lain yang terkait seni dan budaya serta kondisi bangsa dan Negara saat ini. (bhc/rat)


 
Berita Terkait Budaya
 
Kenduri dan Kirab Agung Nusantara Jelang HUT RI Ke 77, Boki Ratu Nita: Budaya Menjadi Induk Segala Produk Hukum
 
Nadiem Makarim Harus Belajar Kembali Tentang Kebudayaan
 
Yang Diharapkan Dari Platform Indonesiana
 
MUI Dukung Penuh Tradisi Merlawu untuk Dakwah Islam
 
Revitalisasi TIM, Anies Berharap dapat Membentuk Ekosistem Kebudayaan Berkelas Dunia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]