Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Abraham Samad
Kasus Sprindik, Samad Selamat
Wednesday 03 Apr 2013 17:44:39

Abraham Samad saat melakukan Sidang oleh Komite Etik KPK di gedung KPK Jakarta, Rabu (3/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Isu kudeta Abraham Samad melalui kasus bocornya darft sprindik Anas Urbaningrum ternyata tak terbukti. Ya, hari ini, komite etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (3/7) hanya memberi Sanksi tertulis pada pucuk pimpinan KPK itu.

Sebelum putusan komite etik, Abraham Samad menyampiakan sendiri isu yang menyebut dirinya akan dikudeta dari kursinya sebagai Ketua KPK. Komite etik memutuskan bahwa pembocor draf sprindik adalah seketaris pribadi Abraham Samad. Untuk, Komite etik hanya memberikan peringatan tertulis pada Samad. Sebab, menurut tim komite etik, Samad hanya melakukan pelanggaran sedang.

Samad dikenakan pasal 4 huruf b dan d, serta pasal 6 ayat 1 huruf b,e,r, dan v tentang kode etik KPK. "Menjatuhkan sanksi peringatan tertulis pada terperiksa satu Abraham Samad dan harus memperbaiki sikap, tindakan, dan perilaku," ujar Ketua Komite Etik, Anies Baswedan.

Dalam proses membuat Sprindik untuk Anas Urbaningrum, diakui komite etik, peimpinan memang tidak kompak. Untuk itu, yang dimaksud harus memperbaiki sikap, tindakan, dan perilaku itu agar KPK kedepannya lebih mempunyai integritas.

Dengan demikian, kekhawatiran Samad bahwa dirinya akan dikudeta dari pimpinan KPK tidak terjadi. Sebab, yang melakukan pembocaran itu hanya Wiwin asisten pribadi Samad.

Selain menjatuhkan Sanksi pada Samad, komite etik juga memberikan Sanksi pada wakil Ketua KPK yakni Adnan Pandupraja. Namun, Adnan diberikan Sanksi lebih ringan dibanding Samad yaitu hanya Sanksi lisan. Ia dikenakan pasal 6 ayat 1 huruf e tentang kode etik KPK. "Adnan diberikan sanksi lebih ringan yakni saksi lisan," tambah Anies.

Dalam sidang, empat pimpinan KPK berada di didepan komite etik. Sementara satu pimpinan yakni Bambang Widjojanto menjadi anggota komite etik. Selain Bambang, komite etik juga beranggotakan Abdullah Hehamahua, Tumpak Hatongaran, dan Abdul Muti Fadjar. Sementara ketuanya adalah Anies Baswedan.

Seperti diberitakan, Pembocor darf Sprindik adalah Wiwin pada dua wartawan. Komite etik secara resmi menetapkan sebagai pelaku pembocor Sprindik atas Nama Anas. Namun, motivasi Wiwin membocorkan Sprindik tersebut belum diketahui oleh Komite Etik.

Untuk diketahui, Wiwin adalah kolega Abraham Samad di kampung halamannya, Makassar. Abraham dikatahui, mengenal Wiwin sejak masih tinggal di Makasar. Saat menjadi pimpinan KPK, Abraham memboyong Wiwin untuk menjadi sekertarisnya, Wiwin juga tinggal se-rumah dengan Abraham.(bhc/din)


 
Berita Terkait Abraham Samad
 
Abraham Samad: Pemanggilan SBY Hanya Sebagai Saksi Meringankan
 
Abraham Samad: Susah Cari Pemimpin Amanah, Cenderung Otoriter
 
Abraham Apresiasi Bantuan Masyarakat Indonesia
 
Abraham Samad: Indonesia Perlu Buat UU Perlindungan Aset
 
Wiwin Sekpri Abraham Samad Resmi Dipecat, Sespim Gantikan Sementara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]