Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Kemendikbud
Kasus Rp 85 Miliar Kemendikbud, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka
Friday 28 Jun 2013 11:29:03

Kajati DKI Jakarta, Didiek Darmanto didampingi Asintel Firdaus dan Aspidsus Ida Bagus.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta masih terus mengembangkan penyidikan guna menjerat tersangka baru dalam kasus proyek pendataan dan pemetaan pusat statistik balitbang Mendikbud 2010 - 2011, senilai 85 miliar rupiah.

Pada kasus yang kembali mencoreng wajah para stakeholder pendidikan pada pusat pemerintahan ini, Kejati telah menetapkan dua pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebagai tersangka kasus pendataan dan pemetaan satuan pendidilkan SD sampai SLTA di PSP Balitabang, Kemdikbud, Jumat (28/6).

"Kami sudah menetapkan IH dan EH, mereka berdua adalah Pejabat Pembuat Komitmen," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Didiek Darmanto di gedung Kejati DKI, dan menerangkan bahwa Kasus ini diduga kuat terkait dengan praktik penggelembungan (mark up) anggaran, sehingga negara dirugikan.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta Ida Bagus Wismantanu menambahkan pihaknya telah menetapkan pula dua tersangka lain dari swasta PT Surveyor Indonesia (pemilik proyek), yakni berinisial MF dan Y.

"Keempat tersangka tengah dijadwal untuk dipanggil guna diperiksa, dalam waktu dekat," ujar Wismantanu didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Kejati DKI Firdaus Dewilmar.

Wismantanu mengungkapkan proyek pemetaan dan pendataan satuan pendidikan swasta dan negeri senilai Rp 85 miliar. Proyek ini menggunakan anggaran tahun 2010 sampai 2011.

"Jumlah dugaan kerugian negara, saya belum bisa disebutkan, karena sedang diaudit oleh BPKP," jelas Wismantanu.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kasus Kemendikbud
 
Pengembangan Korupsi di Kemendikbud, Kejati DKI Tetapkan Dua Tersangka Baru, Satu Tersangka Bergelar Profesor
 
Kejati DKI Gelandang 3 Tersangka ke Penjara
 
Kejati DKI Segera Panggil 3 Saksi untuk Tersangka Dirut PT Sucofindo
 
Kasus Kementerian Pendidikan Akan Segera Naik ke Tahap Penuntutan
 
Kasus Kemendiknas oleh PT SI, Adi: Penyidik Mulai Koordinasi dengan BPK
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]