Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Bank Mandiri
Kasus Bank Mandiri Rp 51, 542 Miliar, Kejagung Akan Jemput Paksa 2 Tersangka
Tuesday 21 May 2013 19:21:17

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dua tersangka mantan Direksi PT Arthabhama Texindo Cornelis A Heriyanto dan Hartanto Setiadi yang gagal dipanggil penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), yang hingga hari ini, Selasa (21/5) tak kunjung datang, dimana keduanya terkait pelimpahan tahap kedua kasus korupsi Bank Mandiri sebesar Rp51,542 miliar, membuat Kejagung berang dan bakal mempertimbangkan upaya paksa kepada dua tersangka, yang sudah dinyatakan lengkap (P21), sejak tanggal 3 April 2006.

“Kalau kembali tidak memenuhi panggilan, tentu akan dipertimbangkan dilakukannya upaya paksa sesuai ketentuan perundangan,” tegas Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus) Andhi Andhi Nirwanto kepada wartawan di Kejagung, kemarin.

Pihak Jampidsus sudah dua kali menanggil kedua tersangka, yang tidak ditahan sejak tujuh tahun lalu, guna pelimpahan tahap kedua, namun tidak dipenuhi tanpa alasan.

“Ini perkara lama. Jadi kita harus hati-hati dan tidak gampang (untuk menuntaskan),” terang Andhi. Bisa jadi, posisi Andhi Nirwanto ibarat kata bagaikan membersihkan piring-piring kotor dari pejabat sebelumnya.

Kasus korupsi Bank Mandiri ini menjadi sorotan, setelah enam tahun di-P21, tapi tidak ada kejelasan, mulai tersangka tidak dicekal hingga ditahan. Entah alasan apa. Padahal, dua tersangka lain dari unsur petinggi Bank Mandiri, yakni Fachruddin Yasin dan Roy Ahmad Ilham telah dieksekusi seminggu lalu dan dijebloskan ke Lapas Cipinang.

Kasus korupsi Bank Mandiri lain yang masih belum jelas di gedung Bundar Jampidsus, adalah PT Lativi Media Karya dan PT Great River International. Kasus yang menyeret petinggi Bank Mandiri ini merugikan sekitar negara Rp 51,542 miliar.

Sebagaimana diketahu kasus korupsi yang terjadi pada Bank Mandiri ini, salah satu perkara yang membuat Jaksa Agung Basrief Arief sempat terperanjat ketika dikonfirmasi mengenai tindaklanjut perkara tersebut.

"Lho kenapa bisa begini, coba Pak Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus) tolong jelaskan, karena saya belum terima laporannya," kata Basrief seraya meminta Jampidsus Andi Nirwanto untuk menjelaskannya kepada wartawan, Jumat, beberapa pekan lalu.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kasus Bank Mandiri
 
• Tiga Pejabat Bank Mandiri Jadi Tersangka Pembobolan Rp 1,47 Triliun
 
• Negara Rugi Rp43 Miliar, Manager Bank Mandiri Diringkus Tim Kejaksaan
 
• Kasus Bank Mandiri Rp 51, 542 Miliar, Kejagung Akan Jemput Paksa 2 Tersangka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]