Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Bank Mandiri
Kasus Bank Mandiri, Terpidana Harus Mengganti Rp 51,542 Miliar
Saturday 11 May 2013 17:23:50

Jaksa Agung, Basrif Arief, Jumat (3/5), usai Ibadah Shalat Jumat.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus Bank Mandiri yang sebelumnya terkatung-katung, akan segera dituntaskan penyelasiannya oleh Kejaksaan Agung RI, Sabtu (11/5).

Dalam perkara ini, Jaksa Agung Basrief Arief menjanjikan bahwa berkas dua tersangka Bank Mandiri Cornelis Andry Heriyanto dan Hartanto Setiadi akan segera dimeja-hijaukan, setelah eksekusi petinggi Bank Mandiri Fachruddin Yasin.

"Berkas perkara dua tersangka yang dinyatakan lengkap sejak 2006 akan dituntaskan hingga ke pengadilan," tegas Basrief.

Menurut Basrief, dirinya telah memerintahkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto, untuk menuntaskan pemberkasan dua tersangka dan mengeksekusi satu terpidana Bank Mandiri lainnya, yang juga petinggi Bank Mandiri Roy Ahmad Ilham.

Sementara itu Jampidsus Andhi Nirwanto menyatakan pihaknya telah menyurati dua tersangka, untuk kemudian dilimpahkan ke tahap kedua dan selanjutnya ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi, (Tipikor).

Sedangkan tentang terpidana Roy Ahmad Ilham, Jampidsus mengemukakan tinggal menunggu waktu untuk dieksekusi sesuai putusan Mahkamah Agung (MA), yang dipidana lima tahun dan membayar uang pengganti Rp 51,542 miliar.

Kasus ini berawal pengucuran kredit ke PT Arthabhama Texindo sebesar Rp 51,542 miliar. Namun ternyata terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh Fachruddin Yasin dan Roy Ahmad Ilham dalam pengucuran kredit kepada PT Arthabhama Texindo (Cornelis Andry Heriyanto dan Hartanto Setiadi). "Kasus bank mandiri, sedang disiapkan," kata Andhi Nirwanto," kepada Wartawan.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Bank Mandiri
 
• Bank Mandiri KCP Rawalumbu, Buka Rekening Harus Ada NPWP, Tukang Ojek: Sudah Susah Jangan Ditambah Susah
 
• HUT Mandiri Ke-17 Gelar Mandiri Karnaval 2015
 
• Bank Mandiri Samarinda Persulit Nasabah Ambil Uangnya Sendiri
 
• Kasus Bank Mandiri, Terpidana Harus Mengganti Rp 51,542 Miliar
 
• Pelayanan Bank Mandiri Kesuma Bangsa Samarinda Mengecewakan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]