Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pembunuhan
Karyawati Ditemukan Membusuk di Kontrakan
Friday 27 Dec 2013 16:25:28

Ilustrasi, Pembunuhan.(Foto: Istimewa)
BOGOR, Berita HUKUM - Kematian Linawati (22) yang mengenaskan di kamar kontrakan di Kampung Cibereum RT 01/05, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarganya.

Anak ketiga pasangan Mamad (50) dan Aminah (48) ini ditemukan dalam keadaan sudah membusuk, Rabu (25/12) lalu. Orang tua korban yang tinggal Kampung Ciroso, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur ini berharap polisi segera mengungkap pelaku pembunuh anaknya.

Menurut penuturan orang tuanya, Lina dalam kesehariaanya sangat pediam dan penurut. Beberapa hari sebelum diketahui meninggal dunia, Lina sempat mengirim pesan via SMS kepada orang tuanya di Sukamakmur.

Dalam pesan singkatnya itu, Lina menuturkan akan pulang untuk merayakan malam tahun baru bersama keluarga. Setiap bulan, kata Mamad, anaknya itu juga rutin mengirim uang kepada orang tuanya.
"Dia (Lina, red) sudah tiga bulan ini tak pulang ke Sukamakmur, karena sedang sibuk. Sekitar seminggu lalu, dia kirim SMS dan mengatakan akan pulang tahun baru ini," ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Sabtu (21/12), kata dia, korban sempat memberi kabar akan pergi ke Ancol, Jakarta bersama teman dan temannya itu akan menginap di kontrakannya. Setelah itu, mereka putus komunikasi karena ponsel Lina sudah tidak aktif. "Senin kemarin saya telepon, tapi ponselnya sudah tidak aktif lagi," paparnya.

Ditanya mengenai kedekatan korban dengan dua lelaki sebelumnya, Mamad mengaku mengenal keduanya. Salah seorang berinisial I, masih satu kampung dan bekerja di Cileungsi. Sementara satu lagi berinsial A, warga Cianjur.

"Katanya sudah dimintai keterangan polisi, tapi sampai saat ini kami belum dapat kabar lagi. Saya berharap polisi bisa menangkap dan menghukum mati pelakunya," terangnya dengan mata berkaca-kaca, seperti dilansir jpnn.com.

Lina saat ini sudah dimakamkan tak jauh dari rumahnya. Di tempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cileungsi, AKP Indara Maulana mengatakan, hingga kemarin mereka belum menangkap pelaku pembunuhan.

"Kami sudah meminta keterangan dari teman dekat korban. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, semuanya baru sekadar saksi. Kami masih memburu siapa sebenarnya pelaku pembunuhan tersebut," pungkasnya.(abe/c/jpnn/bhc/rby)


 
Berita Terkait Pembunuhan
 
Karyawati Ditemukan Membusuk di Kontrakan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]