Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Freeport
Kapolri Klaim Tidak Ada Penyimpangan Dana Freeport
Monday 07 Nov 2011 22:13:08

Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo kembali memberikan pernyataan membela jajarannya. Pasalnya, ia mengklaim tidak ada penyimpangan dalam penerimaan serta penggunaan dana dari PT Freeport Indonesia itu.

Padahal, hingga saat ini, tim internal Polri masih bekerja menelusuri penerimaan dana tersebut. Bahkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum melakukan audit penerimaan dana bantuap operasional aparat untuk menjaga aset perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat itu.

"Tidak ada (penyimpangan). Dan itu untuk membantu para petugas memenuhi kebutuhan operasionalnya," kata Timur Pradopo kepada wartawan, usai acara pelepasan personil FPU III di Lapangan Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri, Jakarta, Senin (7/11).

Namun, lanjut dia, tim khusus yang diterjunkan menyelidiki dana itu masih bekerja. Diharapkan hasil penelusuran itu dapat menjawab kecurigaan masyarakat. "Tim Polri itu sudah bekerja. Tapi masyarakat juga harus memahami personel yang ada di sana, dari sisi kehidupan yang sangat sulit," imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah, juru bicara Kepresidenan Julian Aldrian Pasha menyatakan bahwa Presiden SBY belum mendapatkan laporan dari Kapolri Timur Pradopo soal dana bantuan Freeport sebesar 79,1 juta dolar AS sepanjang 2001-2010. “Laporan khusus soal itu (ke SBY) belum saya dengar. Kapolri senantiasa melaporkan update nasional," ujarnya.

Masalah Papua menjadi krusial karena muncul kelompok bersenjata. Hal semacam itu, sudah pasti memerlukan penanganan khusus dan tindakan tegas, sehingga dalam waktu cepat kondisi keamannya bisa kembali kondusif. “Masyarakat pasti sangat ingin kondisi keamanan kembali kondusif seperti sebelumnya,” jelas Julian.

Sementara dari Surabaya, Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan dana bantuan yang diterima Polri dari PT Freeport. Namun, pemerimaan dana itu dengan catatan tanpa ikatan tertentu. "Asal tidak ada ikatan, itu tidak apa-apa. BPK masih menyelidiki,” jelas dia.

Bibir mengakui, aliran dana itu mengundang kritik masyarakat, terkait independensi polisi dalam menangani konflik perusahaan itu dengan karyawannya dan masyarakat Papua. "Sewaktu saya menjadi Kapolda, saya pernah menerima sumbangan sepeda. Kalau Freeport sumbangannya besar, karena itu perusahaan besar. Jadi, saya kira tergantung itikadnya," ujarnya.(dbs/bie/wmr/bwl)


 
Berita Terkait Freeport
 
Mulyanto: Isu Perpanjangan Izin PTFI Perlu Dibahas oleh Capres-Cawapres di Masa Kampanye
 
Legislator Nilai Perpanjangan Ijin Ekspor Konsentrat Tembaga Freeport Indonesia Akan Jadi Preseden Buruk
 
Ridwan Hisyam Nilai Pembangunan Smelter Freeport Hanya Akal-Akalan Semata
 
Wacana Pembentukan Pansus Freeport Mulai Mengemuka
 
Wahh, Sudirman Said Ungkap Pertemuan Rahasia Jokowi dan Bos Freeport terkait Perpanjangan Izin
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]