Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Mudik
Kapolda Metro Jaya Mamantau Titik Rawan Kemacetan Jalur Mudik Jalan Tol
2017-06-08 20:37:01

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan memberikan pernyataan kepada para wartawan saat melakukan pemantauan di KM 11 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (8/6).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Polda Metro Jaya melakukan pengecekan pos pelayanan dan pengamanan, termasuk memantau titik rawan kemacetan, di jalur mudik Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan kemacetan kemungkinan mulai terjadi dari KM 9 Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Sebab ruas jalan menyempit karena ada pembangunan Stasiun LRT Cikunir 1. Kemudian, pada KM 11 juga rawan kemacetan karena pertemuan arus kendaraan dari arah Tol Semper dan JORR.

"Hari ini saya dan pejabat utama terkait melakukan pemantauan arus mudik terutama yang melalui jalan tol. Di mana ada empat pos di sana," ujar Irjen Pol Mochamad Iriawan saat melakukan pemantauan di KM 11 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (8/6).

Menurut Kapolda, pos pengamanan pertama ada di Kilometer 11, karena diprediksi lokasi ini merupakan titik pertama kemacetan arus mudik.

"Ini rawan kemacetan dari Semper dan JORR akan bertemu di sini, sehingga terjadi penyempitan arus. Anggota nanti saya perintahkan memakai sepeda motor untuk mengurai kemacetan di sini. Nanti personel semua akan di bawah kendali Polda Metro Jaya. Biasanya di sini akan dibagi arus, sehingga semua bisa jalan. Pada hari H tidak ada truk dan angkutan barang-barang melintas," ungkapnya.

Pos kedua ada di Rest Area KM 19 akan terjadi penumpukan kenderaan. Di sana juga rawan kemacetan karena masyarakat pengguna jalan tol akan isi bensin, istirahat dan makan-minum.

Kendaraan mulai mengurangi kecepatan dari 80 km, 40 km, 20 km, lama-lama menumpuk di depan pintu masuk. Kalau sudah penuh, nanti di rest area akan kami teruskan. Di dalam juga akan kami imbau agar masyarakat jangan berlama-lama di dalam. "Maksimal satu jam, sehingga yang lain kebagian untuk istirahat di rest area," jelasnya.

Ia menyebutkan, setiap pos pengamanan akan disiagakan 60 personel pengurai kemacetan. "Di setiap titik ada 60 personel mengurai. Kalau jumlah seluruhnya, nanti sampai 2.000 lebih personel untuk bisa melancarkan arus mudik," paparnya.

Sementara itu, Kasat PJR AKBP Slamet Widodo menyampaikan arus mudik akan di padati pada H-3 menjelang lebaran dan arus balik mudik sepekan setelah lebaran, karena pemudik pada hari Senin sudah aktif kembali bekerja.

"Puncak mudik dipredeksi H-3 menjelang lebaran dan padatnya arus balik mudik diperkirakan sepekan, dikarenakan pada hari Senin sudah aktif kembali bekerja," kata AKBP Slamet Widodo didampingi Wakasat PRJ Kompol Yoga.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Mudik
Kapolri: Secara Umum Arus Mudik Sekarang Sudah Lancar dan Jauh Lebih Baik
Polda Metro Jaya akan Menindak Tegas Aksi Kejahatan Selama Mudik Lebaran
H-5 Idul Fitri, Kabid Humas dan Dirlantas PMJ Melakukan Pemantauan Jalur Mudik
Meski Bersyarat, Mobil Dinas untuk Mudik 'Tak Sejalan' Reformasi Birokrasi
Kasal Berangkatkan Mudik Gratis 64 Bus bagi Prajurit dan Keluarga TNI AL
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015
Mabes Polri Limpahkan Kasus Tersangka Ketua DPRD Alphad Syarif ke Kejari Samarinda
Reuni Akbar PA 212 Diduga Bermotif Politik
Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati
Kebakaran Hutan California: Jumlah Orang Hilang Melonjak Menjadi 631 Jiwa
HNW: Kedaulatan Rakyat Bukan Sekedar Jargon
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015
Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati
Keabsahan dan Eksistensi Anggota Dewan Pers Dituding Cacat Hukum
Rizal Ramli Minta Undang-Undang BPJS Segera Direvisi
Mendikbud Resmikan Peluncuran 10 Seri Buku Berjudul 'Karya Lengkap Bung Hatta''
Kombes Hengki: Polisi Menangkap 23 Preman pada 2 Lokasi di Kalideres
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]