Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Ramadhan
Kapolda Metro Jaya Gelar Silahturahmi dan Bukber Sama Wartawan dan Netizen
2018-06-07 00:02:58

Tampak Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis saat acara silahturahmi sekaligus Bukber dengan Wartawan dan Netizen dalam nuansa kebhinekaan, beserta 5 tokoh dari lima agama berbeda, Rabu (6/6).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menggelar silahturahmi sekaligus Bukber dengan Wartawan dan Netizen di Gedung Promoter, Polda Metro Jaya, Rabu (6/6).

Ada yang berbeda dengan kegiatan ini, buka puasa bersama Kapolda kali ini dikemas dalam nuansa Kebhinekaan. Dimana ada lima tokoh dari lima agama berbeda, bersama-sama menyampaikan komitmen untuk menjaga keberagaman NKRI.

Kapolda Metro Jaya dalam sambutan yang dibacakan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi menyampaikan dengan hadirnya tokoh lintas agama ini, ia berharap ini akan menjadi simbol kental Kebhinnekaan di Jakarta.

"Kita berharap ini menjadi simbol yang kuat demi NKRI yang kita cintai," harapnya.

Ia menjelaskan dalam membingkai keragaman yang ada, salah satu hal yang sangat penting dijaga adalah menjalin soliditas lintas sektoral dan lintas agama.

"Menjalin solidaritas bersama menjaga keutuhan negara RI, menjaga hubungan baik tanpa melihat perbedaan. Jika Solid maka negara ini terjaga dan makin kokoh, maju dan berkembang. Perbedaan pandangan jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan," katanya.

Menurutnya soliditas ini penting karena menjaga keberagaman dan keutuhan bukan hanya tugas aparat keamanan.

"Keamanan tak dapat terpelihara. Apabila tanpa dukungan dari semua pihak, tokoh antar lintas agama, netizen dan wartawan. Kita bisa karena kita bersatu," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan acara seperti ini baru pertama kali dibuat atas gagasan Kapolda Metro Jaya.

"Acara buka bersama dalam balutan kebhinekaan ini baru pertama kali dilakukan yah. Ini murni gagasan Pak Kapolda. Pak Kapolda ingin sebuah acara yang beda. Karena peduli keberagaman muncul ide ini. Dan akhirnya terealisasi," ungkap Argo.

Ia menambahkan kegiatan ini juga dilakukan bersama perwakilan komunitas warganet yang peduli dengan penyebaran berita baik. Bahkan netizen sengaja membuat tagar sendiri untuk acara ini.

"Lewat kegiatan ini juga para Netizen komitmen untuk menyebar berita baik. Ada tagar yang diviralkan. #HormatiPerbedaan. Jelas ini sangat kami apresiasi. Karena sekecil apapun upaya menjaga kebhinekaan, akan sangat berguna," tandas Argo.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Ramadhan
Dampak Positif Puasa Bagi Kesehatan
Dukung Program 'Ayo Berbagi', Unit Lantas Polsek Genuk Bagikan Takjil Gratis
'Ramadhan Berbagi', Unilever dan Baznaz Bantu Pulihkan Lombok, Palu, dan Donggala
Kapolda Metro Jaya Gelar Silahturahmi dan Bukber Sama Wartawan dan Netizen
Polda Metro Jaya akan Menindak Tegas Acara SOTR di Jakarta
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pengamat: Rusuh 22 Mei Diharapkan Jadi Momen Perubahan Budaya Politik
Ini Tanggapan Presidium Alumni 212 Soal People Power dan Rusuh di Bawaslu
Pemprov DKI Jakarta Gelar Lomba Foto dan Vlog
AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut
Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil
Brexit: PM Inggris Theresa May akan Mundur karena Tak Mampu Bawa Inggris Keluar dari Uni Eropa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]