Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Polri
Kapolda Irjen Nico Afinta Raih Penghargaan Gubernur Kalsel
2020-11-19 15:15:24

Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H.(Foto: Istimewa)
KALIMANTAN SELATAN, Berita HUKUM - Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), Irjen Pol Nico Afinta baru saja dimutasi menjadi Kapolda Jawa Timur (Jatim) menggantikan Irjen Pol Fadil Imran. Hal itu berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3222/XI/KEP./2020 tertanggal 16 November 2020.

Nico Afinta seorang perwira tinggi Polri dikenal sebagai sosok yang ramah. Nico lahir pada 30 April 1971 di Surabaya, Jatim. Nico menjalani jenjang pendidikan SD IN VII Surabaya (1983), SMPN 1 Surabaya (1986), SMAN 2 Surabaya (1989). Lalu Nico lanjut ke pendidikan Akpol (1992), S1 PTIK (2001), Sespim Polri (2006), S2 Fakultas Hukum Unpad Bandung (2010), S3 Fakultas Hukum Unpad Bandung (2016) dan Sespimti Polri (2016).

Dalam riwayat jabatan Nico pernah menjabat Pamapta Poltabes Semarang (1993), Kanit Poltabes Semarang (1994), Danton Taruna Akpol (1996). Kemudian, Danki Taruna Akpol (1997), UN IPTF Pas PBB XIV Bosnia Herzegovina (1997-1998), Kapolsek Metro Ciputat Polres Jakarta Selatan (2000).

Karier Nico pun terus melonjak dan menjabat Kanit Ekonomi Ditreskrim Polda Jawa Tengah (2003), Wakasat Reskrim Polwiltabes Semarang (2004), Kepala Unit Sumdaling Ditkrimsus Polda Metro Jaya (2006), Kepala Subdit V Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2006), Kepala Subdit III Umum/ Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2008) dan Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2011).

Kapolrestabes Medan (2013), Kabagbindik Sespimma Sespim Polri Lemdikpol (2016), Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2016) / Lulus Pendidikan Sespati, Dirresnarkoba Polda Metro Jaya (2016), Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2017), Karobinopsnal Bareskrim Polri (2018), Dirtipidum Bareskrim Polri (2019), Sahlisospol Kapolri (2019) dan Kapolda Kalimantan Selatan (2020).

Selama menjabat Kapolda Kalsel selama enam bulan, Nico banyak menorehkan prestasi. Salah satunya adalah pengungkapan 3 kuintal narkoba jenis sabu-sabu asal Malaysia pada 6 Agustus 2020 lalu.

Aksi menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah fantastis ini mencatatkan rekor terbesar di luar Polda di Pulau Jawa, hingga mendapatkan penghargaan dari Gubernur Kalimantan Selatan dan Ketua DPRD Kalsel.(bh/mdb)


 
Berita Terkait Polri
 
• Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
 
• Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
 
• Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
 
• Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
 
• HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]