Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pemilu 2014
Kantor DPD PKS Karawang Dirusak, Pengurusnya Babak Belur
Saturday 05 Jul 2014 01:51:19

Kantor DPD PKS yang diserang orang tak dikenal berpakaian ala santri.(Foto: pkspiyungan.org)
KARAWANG, Berita HUKUM - Kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Karawang yang terletak di Jalan Singaperbangsa Karawang diserang dan dirusak sekelompok orang tak dikenal. Akibat penyerangan itu, pengurus yang berada di Kantor DPD PKS tersebut juga mengalami luka-luka akibat dikeroyok massa.

Menurut salah satu Satpam yang bekerja di Kantor DPD PKS, Suwardi, belasan orang tak dikenal mendatangi kantor itu. Mereka langsung melempari Kantor DPD PKS dengan oli. Selain itu, belasan orang tersebut masuk dan merusak lemari, meja, serta tiga unit sepeda motor. Kemudian, Suwardi juga mengaku melihat massa mengeroyok seorang staf Fraksi PKS yang sedang berada di Kantor DPD PKS.

Suwardi menambahkan, sebelum kejadian, belasan orang itu menggunakan sepeda motor berteriak-teriak dengan makian 'sinting', siapa yang sinting. Selanjutnya, mereka masuk dan melakukan tindakan anarkis.

Ketua DPD PKS Jajat Sudrajat mengatakan, aksi penyerangan terhadap Kantor DPD PKS diduga terkait kicauan fungsional PKS Fahri Hamzah mengenai penetapan 1 Muharam sebagai Hari Santri.

Sementara itu, petugas Kepolisian yang mendapat informasi tersebut langsung ke lokasi dan melakukan olah TKP. Kasus penyerangan ini ditangani pihak Kepolisian Polres Kerawang.

Menyikapi aksi anarkis ini, capres Prabowo Subianto, meminta para kader dan simpatisan PKS untuk tetap tenang.

"Jangan terpancing,mereka saudara kita ..semoga mereka lekas sadar pentingnya persatuan," kata Prabowo dalam akun twitter miliknya, Jumat (4/7).

Seperti dikutip dari pkspiyungan.org, sekitar pukul 11.30 Wib datang sejumlah orang yang diperkirakan 10 orang. Mereka mengenakan baju koko putih, celana panjang hitam. Beberapa lagi mengenakan pakaian preman, dan menumpangi lima buah motor.

Tiba di kantor DPD PKS, mereka langsung melakukan pengrusakan. Barang-barang yang ada diobrak abrik. Tidak hanya itu, seorang yang ada di kantor bernala Samsul Fahry (30) tak luput dari penganiayaan.

Sementara, Wakil Sekjen PKS, Mahfud Siddiq membenarkan adanya penyerangan kantor Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Karawang, Jumat (4/7) siang. Dari informasi yang diperolehnya, penyerang menggunakan baju ala santri.

"Tiba-tiba datang kurang lebih 10 orang dengan menggunakan sepeda motor diantaranya menggunakan baju koko warna putih, peci corak dan celana panjang hitam dan yang lain menggunakan pakaian preman," katanya kepada Republika, Jumat (4/7).(Rudi Setiawan/Sindo TV/crl/okz/pksp/ROL/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]