Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kanada
Kanada Bebaskan Putri Pendiri Huawei, Proses Ekstradisi Tetap Berjalan
2018-12-12 20:21:00

Meng Wanzhou secara resmi dibebaskan dengan jaminan. Dia dijemput oleh SUV gelap di luar BC Supreme Court di pusat kota Vancouver malam ini setelah mem-posting jaminan sebelumnya hari ini.(Foto: Istimewa)
KANADA, Berita HUKUM - Pengadilan Kanada membebaskan putri pendiri perusahaan Huawei, Meng Wanzhou, dari tahanan dengan uang jaminan.

Hakim di pengadilan Vancouver menetapkan Meng dapat keluar dari penjara dengan membayar 10 juta dollar Kanada atau setara dengan Rp109,4 miliar.

Meski demikian, Meng kini harus mendekam di salah satu rumahnya di Vancouver, dalam pengawasan penuh selama 24 jam sehari. Dia pun wajib memakai gelang elektronik pada kakinya agar aparat dapat terus memantau keberadaannya.

Meng, yang menjabat direktur keuangan di perusahaan telekomunikasi terbesar Cina, juga harus menghadapi proses ekstradisi ke Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia bisa turun tangan dalam kasus Meng sehingga hubungan AS-Cina tidak memburuk.

"Apapun yang baik untuk negara ini, akan saya lakukan," kata Trump sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

"Jika saya pikir itu akan berdampak baik pada apa yang akan menjadi kesepakatan perdagangan terbesar-yang merupakan hal sangat penting-yang baik untuk keamanan nasional, jelas akan saya lakukan jika saya pikir itu perlu dilakukan."

kanadaHak atas fotoAFP
Image captionPara pendukung Meng Wanzhou berkumpul di luar pengadilan Vancouver, Kanada.

Perempuan berusia 46 tahun itu ditahan saat sedang transit di Bandara Vancouver pada 1 Desember lalu atas permintaan AS.

AS menuduh Meng menggunakan anak perusahaan Huawei bernama Skycom untuk menghindari sanksi terhadap Iran antara 2009 dan 2014.

Kejaksaan AS menyebut Meng secara publik mencantumkan Skycom sebagai perusahaan terpisah dari Huawei dan mengelabui bank-bank mengenai hubungan kedua perusahaan.

Meng membantah tuduhan tersebut dan akan melawannya melalui koridor hukum.

Pemerintah Cina berang atas perlakuan AS dan Kanada terhadap Meng.

Kedutaan Besar Cina di Kanada mengeluarkan pernyataan bahwa Kanada telah menangkap seorang warga negara Cina yang disebutkan "tidak melanggar hukum Amerika atau Kanada".

Secara terpisah, seorang mantan diplomat Kanada bernama Michael Kovrig ditahan oleh aparat Cina.

Kovrig, yang kini bekerja untuk lembaga kajian International Crisis Group, pernah bertugas di Beijing dan Hong Kong.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menyatakan pihaknya tengah mencari jawaban dari pemerintah Cina terkait penahanan Kovrig.

Seorang pejabat Kanada menyatakan tidak ada korelasi antara penahanan Kovrig dan Meng Wanzhou.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Kanada
Kanada Bebaskan Putri Pendiri Huawei, Proses Ekstradisi Tetap Berjalan
Hawa Panas Ekstrim di Kanada Sebabkan Puluhan Orang Meninggal Dunia
Penembak di Parlemen Kanada Pernah Dibui
Lima Orang Tewas dan Puluhan Hilang dalam Kebakaran di Kanada
Puluhan Hilang Pasca Kecelakaan Kereta Api di Kanada
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polisi Menangkap 5 Tersangka Perampas 2 Truk Tangki Pertamina untuk Demo di Monas
Keponakan JK, Erwin Aksa Pilih Nonaktif dari Golkar Demi 02 Prabowo-Sandi
KPK Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Suap Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama
Ethiopian Airlines: Ada 'Kemiripan Jelas' dengan Kecelakaan Lion Air
Prabowo Subianto Terima Gelar Bangsawan Kesultanan Pontianak
Ikatan Wartawan Media Online Lakukan Hearing Ke DPRD Kaur Menuntut Keadilan Budget Publikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Suap Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama
Tunjukkan Solidaritas, Lampu JPO GBK Visualkan Warna Bendera Selandia Baru
KPK Akhinya Tetapkan Ketum PPP Romahurmuziy Tersangka
Prabowo: Tugas sebagai Pemimpin Tidak Sulit, Asalkan Gunakan Akal Sehatmu dan Cintai Rakyatmu
Polisi Mengungkap Jaringan Narkoba Shabu Riau-Jakarta-Bandung dengan 6 Tersangka
Cawapres Sandiaga Uno Hadiri Haul Guru Sekumpul
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]