Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Gerakan Anti Korupsi
Kampanyekan Antikorupsi Lewat Film, KPK Anugerahi Pemenang ACFFEST 2018
2018-12-09 11:07:06

JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan kepada 7 peserta Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2018.

Mereka adalah para pemenang ide cerita film pendek terbaik yang karyanya difilmkan. Selain memberikan penghargaan dan mengumumkan karya terbaik, KPK juga memutar ketujuh film tersebut dalam premier movie di Gedung sinema CGV Grand Indonesia, Jakarta.

Tujuh film pendek berdurasi tidak lebih dari 15 menit tersebut adalah Blessed (Candra Aditya, Jakarta); One Second (Jody Surendra, Jakarta); Sekeping Tanggung Jawab (Fitto E. Arunfieldo, Bogor); Subur Itu Jujur (Gelora Yudaswara, Ponorogo); Kurang 2 Ons (Haris Supiandi, Pontianak); Baskara Ke Wukir (Latifah Fauziyah R, Tegal); dan Jimpitan (Wiwid Septiyardi, Yogyakarta).

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan film dipilih menjadi salah satu media dalam pencegahan korupsi mengingat film merupakan medium audio visual yang paling efektif untuk menyampaikan pesan antikorupsi pada seluruh lapisan masyarakat. Melalui film, nilai-nilai antikorupsi lebih cepat dan mudah dipahami oleh masyarakat.

"Ketujuh film memiliki latar yang berbeda-beda namun memiliki satu benang merah, yaitu mengandung nilai-nilai integritas seperti jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, sederhana, berani, adil, dan kerja keras," kata Saut di Sinema CGV, Jakarta, Rabu (6/12).

Dalam gelaran ACFFEST 2018 ini KPK menerima 378 proposal dari seluruh Indonesia. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ACFFEST 2018 berfokus pada kompetisi ide cerita film pendek dengan tema besar "Antikorupsi" dantagline "Integrity Start from You, Let's Make Your Movie". Proposal ide cerita terpilih kemudian mendapatkan dana produksi sebesar Rp20.000.000 dan berhak mengikuti movie camp, coaching clinic dari pembuat film profesional, fasilitas online editing di Jakarta, serta pendampingan mentor lokal di daerahnya masing-masing saat produksi film.

Dengan berakhirnya proses produksi dan peluncuran film ACFFEST 2018 malam ini, tahap selanjutnya KPK akan menyelenggarakan kegiatan aktivasi kampanye antikorupsi dengan memanfaatkan film-film ACCFEST 2018 ini. Kegiatan melibatkan kampus, sekolah, dan komunitas film di 5 kota, yaitu Banyuwangi, Padang, Pontianak, Ambon, dan Cikarang dalam bentuk pemutaran dan diskusi film. Tunggu kehadiran KPK di kota-kota tersebut yaa!(KPK/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Gerakan Anti Korupsi
Mengurai Sejarah Pemberantasan Korupsi di Indonesia
700 Detik Melawan dengan Bahasa Diam
KPK Ajak Milenial Lindungi Alam dari Korupsi
Wakil Ketua KPK: Belahan Hati KPK
Kampanyekan Antikorupsi Lewat Film, KPK Anugerahi Pemenang ACFFEST 2018
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Dompet Dhuafa Benarkan 3 Tim Medis Serta 2 Mobil Diamuk Oknum Polisi
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya
Korban Aksi 21/22 Mei, Anies Baswedan: Enam Orang Meninggal Dunia
FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba
Untitled Document

  Berita Utama >
   
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]